Polres Warning Maskapai

0
831
PENUMPANG di Bandara Hang Nadim saat memasuki pintu masuk, kemarin.f-martua/tanjungpinang pos

Harga Tiket Jangan Lampaui HET

Operator maskapai penerbangan diberi peringatan keras agar tidak menaikkan harga tiket di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Warning ini disampaikan kepolisian dan pemda di Batam.

BATAM – Kapolres Barelang, Kombes Pol Hengki mengingatkan agar maskapai penerbangan tidak menjual tiket di atas HET. Dia mengancam, jika ada yang menjual di atas HET, izinnya akan dicabut.

Diminta semua pihak mengawasi ini, termasuk pihak maskapai tapi juga pengelola bandara untuk mengawasi hal tersebut. ”Kalau ada yang jual lebih tinggi dari HET, cabut izinnya. Kasihan masyarakat yang mau pulang,” ujarnya saat rapat persiapan arus mudik lebaran di Batam, Rabu (23/5).

Sementara Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengatakan, masalah harga tiket ini penting untuk diawasi. Karena setiap tahun, harga tiket pesawat yang melonjak di musim mudik selalu menyumbangkan inflasi cukup besar bagi Batam.

”Setiap tahun tiket pesawat jelang dan setelah lebaran sangat pengaruhi inflasi, sangat besar. Karena itu kawan-kawan bidang penerbangan tolong HET dijaga betul. Ketika memang melanggar, kita berikan sanksi,” harap Jefriden.

Sebagai persiapan menjelang arus puncak mudik lebaran, tiga maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Hang Nadim Batam meminta penambahan rute penerbangan.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengungkapkan maskapai yang sudah mengajukan penambahan penerbangan diantaranya, Citilink, Lion Air dan Sriwijaya Air.

Baca Juga :  Tanjungpinang Pos Raih Sertifikat Verifikasi Dewan Pers

”Citilink menambah satu penerbangan per hari yakni ke Padang dan Palembang mulai 11 sampai 24 Juni 2018,” jelasnya, kemarin.

Selain itu, ada satu tambahan penerbangan per hari dari Batam ke Pekenbaru mulai 11 Juni hingga 16 Juni 2018. Sementara Sriwijaya menambah jadwal penerbangan tujuan Batam-Jakarta dan Batam-Jambi. Lion Air meminta tambahan penerbangan dari Batam ke Surabaya dan Medan.

”Sekarang masih menunggu dari Kementerian Perhubungan. Kemenhub akan mempertimbangkan rute dan waktu,” beber Suwarso.

Pemudik dari Batam diperkirakan akan naik jelang Idul Fitri mendatang. Diperkirakan, pemudik akan naik 5 persen menjadi sekitar 277.901 orang. Perkiraan itu mengikuti tren kenaikan penumpang lima tahun terakhir. Dari segi angkutan, Batam menyatakan siap menyambut lebaran baik penerbangan hingga kapal antardaerah.

Untuk Bandara Hang Nadim Batam, puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai H-7 Idul Fitri. Saat itu sudah mulai cuti bersama. ”Berbeda dengan sebelumnya, karena ada cuti bersama tahun ini,”” katanya.

Sementara dari pelabuhan, Kepala Bidang Kepelabuhanan Kantor Pelabuhan Batam, Doddy Triwahyudi mengatakan, sebanyak 92 unit armada yang akan melayani penumpang rute domestik dari Batam.

Armada lebaran ini tersebar di lima pelabuhan domestik dengan total kapasitas kapal sebanyak 16.513 penumpang.

Pertama di Sekupang yang dilayani 43 unit armada dengan kapasitas penumpang 7.286 orang. Terdiri dari 26 armada di lima perusahaan dengan kapasitas angkut 5.954 penumpang untuk rute Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang, Tanjungbatu, Guntung, Moro, Pulau Buru, Selatpanjang, Bengkalis, dan Dumai.

Baca Juga :  Akhirnya, Seluruh RS Batam Layani Pasien BPJS

Selain itu juga ada enam perusahaan pelra yang memiliki 17 armada berkapasitas 1.332 kursi.

Sementara di Terminal Telagapunggur dilayani 38 unit armada berkapasitas 3.860 orang. Terminal Harbour Bay ada empat unit armada dengan kapasitas 914 penumpang.

Selanjutnya Terminal Batuampar dengan satu unit kapal Pelni Kelud berkapasitas 3.164 orang. Dan Terminal Ro-Ro Telagapunggur dilayani enam unit armada berkapasitas 1.289 penumpang.

”Kapasitas yang ada selama ini masih mencukupi. Puncak arus mudik diperkirakan H-2. Kita akan membuka posko H-15 sampai H+15, yakni 31 Mei-1 Juli,” ujarnya.

Tahap awal persiapan yang dilakukan antara lain rapat koordinasi dengan operator kapal. Kemudian dilakukan pengecekan terhadap kesiapan armada. Termasuk melihat ketersediaan jaket keselamatan.

Operator kapal juga sudah diingatkan untuk tidak mengubah rencana trayek. Serta tidak boleh ada bangku cadangan untuk kapal cepat feri dan speedboat.

Adapun masalah yang selama ini dihadapi dan perlu antisipasi adalah lalulintas dan parkir di pelabuhan. Pihaknya berharap Dinas Perhubungan mengatur parkir di kawasan terminal.

”Harapan kami taksi bisa ditata dan dibatasi untuk masuk area parkir, sehingga sebagian di luar. Punggur juga masalah parkir. Sedangkan Batuampar ini terminalnya kurang memadai,” bebernya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

”Kami harap bisa dipasang tenda. Kalau tidak ada AC, minimal kipas angin agak besar. Sehingga penumpang nyaman. Nanti kita alokasikan anak-anak dan balita tempat khusus sehingga tidak bejubel,” tuturnya.

Kanpel juga sudah koordinasi dengan PT Pelni Cabang Batam agar menyediakan kontainer khusus untuk barang bawaan penumpang. Sehingga penumpang hanya membawa tentengan berisi barang kebutuhan di atas kapal selama perjalanan.

Ini bertujuan agar kondisi tidak terlalu padat khususnya saat naik dan turun kapal. Kabid Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Tri Musa mengatakan, tahun ini diperkirakan tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan maupun bandara.

Angkutan sembako ke daerah juga akan lancar karena yang dikhawatirkan masyarakat sejak KM Bukit Raya kandas di perairan Natuna, namun pihak PT Pelni langsung menyediakan penggantinya.

Angkutan antarpulau juga sudah ada semua baik antar kabupaten/kota maupun antarpulau dalam kabupaten/kota. Tinggal persiapan pihak operator yang harus dimatangkan.(MARTUNAS-MARTUA)

Tambahan Penerbangan Dari Batam :
Citilink
Batam-Padang
Batam – Palembang
Mulai 11-24 Juni 2018
Batam – Pekanbaru
Mulai 11-16 Juni

Sriwijaya Air
Batam-Jakarta
Batam-Jambi

Lion Air
Batam – Surabaya
Batam-Medan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here