Polri Periksa ITK Polres Bintan

0
1003
RAZIA: Personel Lantas Polres Bintan memeriksa kelengkapan surat pengendara, saat menggelar razia cipta kondisi kendaraan bermotor di Km 16 Toapaya bebrapa waktu lalu. F-Adly HANANI/tanjungpinang pos

Bintan – Polres Bintan sedang dalam persiapan untuk pemeriksaan Indek Tata Kelola Kepolisian (ITK) oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto SIK menyampaikan, program kerja dari Mabes Polri tersbut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

”Kita sedang mempersiapkan diri, dalam rangka adanya pemeriksaan dari pusat terkait ITK oleh Mabes Polri,” ujar Guntur.

Ia mengatakan, tim yang turun nantinya akan mengumpulkan data objektif yang bersumber dari laporan kinerja Polres Bintan.

Laporan tersebut, seperti laporan keuangan, laporan kegiatan, dan lain-lain di masing-masing satuan fungsi yang akan diukur.

Selain itu, juga akan dilakukan pengisian kuesioner dan diskusi terfokus dengan narasumber internal kepolisian.

Seperti pada kategori perwakilan masyarakat seperti tokoh agama, adat, masyarakat, LSM, jurnalis, akademisi.

”ITK nantinya, akan menghasilkan analisa untuk menuju profesionalitas, upaya menuju e-government,” terang Guntur.

Sehingga untuk mencegah tingkat kerawanan praktik penyimpangan, dan analisa mendalam lainnya sesuai dengan fungsi-fungsi utama Polri.

Sehingga, dengan adanya ITK tersebut pihaknya akan mengevaluasi seluruh kinerjanya.
Ia berharap, dengan adanya ITK yang dilakukan oleh tim dari Mabes Polri, kedepan seluruh jajaran yang ada di Polres Bintan bisa lebih baik lagi.

”Kami akan terus menjadi yang terbaik, dalam hal kinerja dan sesuai dengan tugas serta fungsinya di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membentuk satuan tugas pemberantasan mafia tanah di Provinsi Kepri.

Hal tersebut, merujuk pada MoU Kapolri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dalam menangani kasus tanah akibat adanya permainan dari mafia tanah atau lahan.

Menurut Guntur, Bintan angat rawan dengan berbagai persoalan lahan yang dikuasai oleh mafia.

”Bintan sangat rawan untuk persoalan lahan, dan sesuai dengan geografis dan kondisi daerahnya,” katanya.

Sehingga dalam menangani kasus mafia tanah, nantinya akan ditangani khusus oleh Satgas mafia tanah.(Adly Bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here