Polsek Selidiki Kapal Puskel

0
133
KAPOLRES Anambas AKBP Junoto ketika menggunjungi rumah korban yang selamat di Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur. f-indra gunawan/tanjungpinang pos

Jajaran Sat Reskrim Polsek Siantan, masih menyelidiki penyebab karamnya kapal cepat (speedboat) Puskesmas Keliling (Puskel) yang merenggut 5 nyawa pada, Kamis (11/10) lalu. Hingga saat ini, polisi sudah memanggil satu orang saksi yakni Ibrahim (45) yang tak lain juru mudi puskel.

ANAMBAS – ”Benar, Sabtu (13/10) lalu kita sudah meminta keterangan dari Ibrahim. Tapi sifatnya masih sebatas interogasi,” kata Kapolres Anambas AKBP Junoto, melalui Kapolsek Siantan AKP Jefri Syam kepada awak media, kemarin.

Berdasarkan keterangan dari Ibrahim, kapal berangkat dari Pelabuhan Sri Siantan Tarempa sekitar pukul 18.30Wib dengan membawa sebanyak 10 penumpang yang terdiri dari 7 penumpang dewasa dan 3 anak-anak.

Ia melanjutkan, di dalam perjalanan atau sekitar 30 menit berlayar menuju Desa Nyamuk tiba-tiba speedboat menabrak sampah kayu yang mengapung disekitar perairan Air Etang Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur.

Spontan, speedboat itu berhenti dan mesinnya juga tidak nyala lagi.

”Akibat mesin tidak nyala, karena adanya sampah berupa kayu sehingga kapal tidak bisa berlayar. Pada saat itu juga, air laut dari arah belakang masuk ke dalam speedboat hingga membuat speed oleng dan terbalik,” terangnya.

Dalam keadaan gelap gulita, Ibrahim pun mencoba mengevakuasi para penumpang agar bertengger pada lambung kapal yang sudah terbalik sebagai pelampung. Mereka pun sempat meminta bantuan pada nelayan di sekitar yang sedang melaut tapi tidak ada jawaban.

”Disekitar lokasi ada kapal nelayan yang lagi mancing. Mereka sempat teriak minta tolong. Tapi karena terlalu jauh, mereka tidak mendengar,” ungkap Jefri.

Merasa tidak digubris, Ibrahim pun memutuskan berenang ke bibir pantai terdekat untuk mencari sejumlah bantuan.

Dengan sekuat tenaga, ia pun akhirnya berhasil mencapai bibir pantai dan setiba di pantai ia tak sadarkan diri atau pingsan.

Pagi harinya, ia ditemukan masyarakat sekitar kemudian masyarakat sekitar memberi kabar ke Desa Nyamuk.

Jefri menambahkan, setelah speedboat terbalik ternyata Kartini (52) juga nekat mencari bantuan dengan cara berenang ke bibir pantai.

Dalam keadaan gelap gulita, ternyata Kartini lebih dulu sampai ke bibir pantai dan mendapat bantuan dari warga.

”Sekitar pukul 21.00 WIB lewat, warga yang membantu Ibu Kartini ini memberi kabar ke Desa Nyamuk, dari sana baru diinfokan ke kabupaten. Setelah itu, baru dilakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, Selasa (16/10) rombongan Polres Anambas meninjau para korban yang mengalami musibah di Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur.

Selain itu, Polda Kepri juga turut memberikan santunan kepada korban meninggal pada kejadian itu.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Jumoto SIK mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Polda Kepri untuk korban meninggal musibah tenggelamnya kapal Puskel.

”Bantuan yang diberikan berupa sembako, dan uang sagu hati untuk korban,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa, dan luka yang mendalam atas tragedi ini.

Junoto juga mengingatkan, kepada masyarakat yang akan menyebrang laut agar dapat memiliki safety berupa life jacket.

”Saya imbau kepada masyarakat, untuk berhati-hati apabila menyebrang laut. Lengkapi alat keselamatan seperti life jacket, untuk pemilik speedboat lengkapi radar dan navigasi agar penumpang selamat, lebih baik sedia payung sebelum hujan,” tutupnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here