Poltekkes Tak Terima Surat Dari Pemko Terkait Penangganan Banjir

0
590
DISKUSI: Novian Aldo (kiri) dan Sholikin sedang berdiskusi . F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Direktur Poltekkes Tanjungpinang Novian Aldo mengatakan, ia tak pernah mempersulit atau menghambat pekerjaan penangganan banjir di kawasan Jalan Pemuda.

Bahkan, ia mengklaim Pemko Tanjungpinang tidak pernah dilibatkan terkait adanya penanggan banjir di depan kampus Poltekkes Tanjungpinang seperti saat ini.

”Kita langsung ok kan. Kita tidak pernah mempersulit dan menghambat urusan seperti ini. Malah kita sampai saat ini tidak ada menerima surat resmi dari Pemko Tanjungpinang terkait pembangunan drainase di depan kampus,” kata Direktur Poltekkes Tanjungpinang Novian Aldo kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (18/4).

Katanya, meskipun tidak menerima surat resmi dari pemerintah kota (Pemko) Tanjungpinang, manajemen Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjungpinang proaktif dengan pengerjaan pembangunan proyek pengendali banjir di Jalan Pemuda.

Artinya, manajemen Kampus Poltekkes Tanjungpinang peduli serta mendukung adanya pengerjaan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 7.999.165.000.

Tak hanya mendukung, tetapi mempermudah segala urusan izin yang bakal menggunakan lahan milik Kampus Stikkes Tanjungpinang. Seperti pemindahan tiang listrik salah satunya.

Awalnya, tiang listrik tersebut berada di luar pagar Kampsu Stikkes Tanjungpinang. Sekarang tiang tersebut sudah berada di dalam Kampus Stikkes Tanjungpinang.

Tujuan surat resmi tersebut, Novian mengatakan, supaya pihak Kampus Poltekkes Tanjungpinang mengetahui adanya perencanaan pengendali banjir di Jalan Pemuda oleh Pemko Tanjungpinang.

”Kita baru tahu, pada saat saya diundang rapat oleh Pemko Tanjungpinang. Artinya, barang itu (proyek pembangunan pengendali banjir di Jalan Pemuda, red) sudah di depan mata tinggal pengerjaan saja,” tegas dia.

Setidaknya, saran dia, terlebih dahulu manajemen Kampus Poltekkes Tanjungpinang serta masyarakat setempat di beritahu hingga di libatkan. Supaya tahu, kalau ada perencanaan pembangunan proyek pengendali banjir di Jalan Pemuda, yang dilakukan Pemko Tanjungpinang.

”Dulu tidak pernah banjir, dan sekarang kita jadi korban banjir,” terang dia.

Kemudian, lanjutnya, ini berbicara tentang aset pemerintah. Jadi, pihaknya perlu surat resmi dari Pemko Tanjungpinang, yang bakal diteruskan ke Menteri Kesehatan (Menkes).

Artinya, manajemen Kampus Poltekkese Tanjungpinang tidak sembarangan memberikan izin begitu saja.

”Ya, udahlah. Ini untuk kepentingan umum, seperti tiang listrik langsung dipindahkan ke dalam Kampus Poltekkes Tanjungpinang,” tegas dia lagi.

”Alhamdulillah, beliau (Novian Aldo, red) serta manajemennya sangat mudah untuk memberikan izin. Sehingga pengerjaan proyek pengendali banjir di Jalan Pemuda biasa berjalan dengan lancar,” kata Humas PT Jaya Kencana Sarana, Sholikin, merupakan kontraktor penangganan banjir itu.

Meskipun selalu mendapat izin dari manajemen Kampus Poltekkes Tanjungpinang, dia mengatakan, pekerja di lapangan selalu mendapat kendala saat penggalian drainase menggunakan alat berat.

Kendala yang selalu ditemukan di lapangan adalah, pipa PDAM, tiang listrik dan kabel milik Telkom dan sebagainya.

”Ini menjadi kendala kami di lapangan selama ini,” ungkapnya.

Artinya, secara tidak langsung pihaknya selaku pemenang lelang proyek pengendali banjir di Jalan Pemuda, merintis lagi di lapangan. Sebenarnya, ini tidak lagi dilakukan oleh perusahaannya hingga menemukan kendala di lapangan.

Pengawas lapangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Joner Sinaga mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk meneruskan kepada pemilik aset yang berada di Jalan Pemuda. Aset itu dianggap mengganggu pengerjaan pembangunan proyek pengendali banjir. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here