Pompa SWRO Rusak

0
229
Teknisi SWRO saat memperhatikan suhu air SWRO Batu Hitam saat dioperasikan. f-abas/tanjungpinang pos
Setelah ujicoba April tahun 2018, pengoperasian Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam Tanjungpinang hingga kini masih juga difungsikan kembali. Malah kini sudah rusak pula.

TANJUNGPINANG – akibat lamanya tidak difungsikan membuat beberapa komponen mesin SWRO rusak dan tak bisa dioperasionalkan. Salah satunya, pompa SWRO rusak parah. Mestinya, SWRO sudah dinikmati warga di tengah warga kesulitan air bersih. Sumur warga banyak yang kering dan suplai air dari PDAM juga tersendak-sendak, karena PDAM mengalami kesulitan air baku. Sejak dibangun tahun 2014 lalu, pengelolaan air asin jadi tawar atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam Tanjungpinang, belum kunjungi dioperasikan.

Sampai saat ini, SWRO tersebut sudah terhubunng 2.825 unit sambungan rumah tangga. Mereka tersebar di tiga zona yakni Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Bukit Bestari.

Adapaun jaringan distribusi utama untuk perpipaan juga dikembangkan ke beberapa wilayah yaitu Kampung Baru, Jalan Soekarno Hatta, Batu Hitam dan Jalan Wiratno.

Tarif perkubik untuk pengguna rumah tangga Rp15.500 per kubik. Kemudian untuk keperluan niaga RP25.000, Industri Rp31.000 dan untuk keperluan sosial Rp12.000 per kubik.

Sedangkan untuk pemasangan baru rumah tangga dikenakan biaya Rp750 ribu, sosial Rp500 ribu, niaga Rp1,250 juta dan industri Rp1,5 juta. Meskipun Perwakonya masih dibahas.

Walikota (Wako) Tanjungpinang, H Syahrul menyebutkan, ada alat di mesin pompa SWRO rusak. Sehingga air tidak bisa mengalir hingga dikonsumsi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya pelanggan.

Hanya saja, Syahrul tidak mengetahui jenis alat yang rusak pada mesin SWRO saat ditanya oleh awak media ini disela peresmian Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungpinang berada di Jalan Ir Sutami, Senin (11/3).

Saat ini, alat yang rusak sedang diupayakan dipesan. Pemesanan alat tersebut tidak di Kota Tanjungpinang. Alasannya, alat tersebut tidak dijual di Kota Tanjungpinang.

”Secara teknisnya, tanya ke PU,” sebut Syahrul. Pelaksana Tugas (Plt) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SPAM, Heri Jumairi mengatakan, ada komponen-komponen peralatan untuk produksi dan pendistribusian yang rusak pada mesin SWRO tersebut.

Karena komponen tersebut mempengaruhi produksi hingga pendistribusian air bersih sampai ke rumah masyarakat khususnya pelanggan di Kota Tanjungpinang. Dengan adanya kerusakan komponen tersebut, pihaknya sudah melaporkan secara lisan kepada Balai Prasarana Pemukiman wilayah Kepri. Karena semua itu masih tanggungjawab pihak Balai.

Dari hasil laporan secara lisan, pihak Balai langsung meninjau hingga melihat komponen yang rusak di SWRO Batu Hitam Tanjungpinang. ”Hari Rabu atau Kamis lalu lah mereka meninjau ke lokasi SWRO Batu hitam,” ucap dia. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana akan mengirim surat resmi lagi kepada Balai Prasarana Pemukiman wilayah Kepri terkait komponen terdapat di mesin SWRO yang rusak. (ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here