Pompong Jadi Alat Transportasi Andalan

0
745
NAIK POMPONG: Penumpang sedang mengantri naik ke atas pompong milik penambang. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Spead boad atau pompong menjadi alat traspotasi laut andalan yang digunakan masyarakat pelantar untuk menyerberang dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti yang digunakan warga Kampung Bugis ke kawasan Pasar Kota Lama Tanjungpinang. Begitu sebaliknya.

Hal ini juga berlaku bagi warga Penyengat yang ingin menyeberang ke kawasan Kota Lama. Tekong pompong Kampung Bugis, Bahrun kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (26/9) bahwa hampir setiap hari dirinya mangkal di Pelantar II menawarkan jasa angkut kepada penumpang.

Biasanya dimulai dari pagi hingga malam hari. Tergantung dari kondisi atau bahkan permintaan. ”Setiap hari ada masyarakat yang ingin menyeberang dari Tanjungpinang ke Kampung Bugis,” paparnya.

Menurutnya, dalam sekali jalan, pompongnya berkapasitas 10-15 penumpang. Meski demikian, ia mengaku jarang membawa penumpang hingga 15 orang per sekali jalan. Paling banyak 10 penumpang, karena tak selalu banyak yang menyeberang.

Terkait harga masih terbilang terjangkau, untuk anak sekolah Rp 2 ribu, sedangkan untuk umum dari Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu tergantung dari jumlah penumpang. Makin banyak, lebih sedikit dan kadang ada yang memberikan inisiatif dengan memberikan lebih.

Sedangkan, Wanto penambang pompong tujuan Senggarang yang berada di daerah Pelantar I, setiap harinya melayani jasa angkut penumpang dan barang. Menurutnya, dalam satu hari paling banyak hanya bisa lima kali trip mengantar penumpang.

”Lebih kepada mengakut barang, kalau orang jarang. Meskipun tetap ada, biasanya kalau gak wisatawan juga mahasiswa ata dosen ke UMRAH,” paparnya.

Hanya saja, sekarang untuk wisatawan tidak begitu banyak. Mungkin lebih memilih menggunakan transportasi darat atau emmang jumlah kunjungan berkurang. ”Mungkin memang demikian, tapi sepi sekarang,” tuturnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here