Pompong Masih Diminati Masyarakat

0
728
PENUMPANG menggunakan pompong dari Pelantar II ke Kampung Bugis atau Senggarang.F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pompong atau sampan menggunakan mesin masih menjadi alat transportasi laut yang banyak digunakan masyarakat untuk menyeberang antarkampung dan kawasan.

Seperti yang terlihat di Pelantar II, banyak penumpang menggunakan pompong menuju ke Kampung Bugis, Senggarang serta beberapa tempat lainnya. Meskipun bisa melalui darat, namun masyarakat merasa lebih cepat menggunakan transpoertasi laut.

Salah satu warga Kampung Bugis, Suri menyebutkan, sudah sejak lama menggunakan pompong sebagai alat penyeberang. ”Cepat selain itu juga biaya yang dikeluarkan relatif terjangkau,” katanya Jumat (19/1).

Baca Juga :  Walikota Buka Mapenta dan Muskomcab Pemuda Katolik

Ia menilai, hanya butuh waktu 15 menit menyeberang menggunakan pompong. Sedangkan jalur darat bisa setengah jam jika ke kawasan Kota Lama. Suri mengatakan, untuk menyeberang ke Kampung Bugis cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 5 ribu-8 ribu sekali jalan.

Kalau melalui jalur darat biaya transportasi lebih mahal. ”Bisa Rp 20 ribu per sekali jalan, apalagi naik ojek,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat masih banyak menggunakan pompong sebagai alat transportasi penyeberangan. Salah satu penambang Pelantar II, Tono mengatakan, setiap kali berangkat kapal pompongnya berkapasitas 10-15 orang.
Setiap kapal berangkat apabila sudah penuh. ”Ada sekitar 22 penambang yang aktif. Secara bergantian mengambil penumpang,” sebutnya.

Baca Juga :  Natal, Lonjakan di RHF Tak Menonjol

Tono menyebutkan, dalam satu hari mengahasilkan uang sekitar 100 ribu, paling banyak mendapatkan pada saat musim liburan. Pendapatan itu belum di potong dengan biaya minyak.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here