Pompong Pelajar Penyengat Multifungsi

0
735
Pompong khusus pelajar melayani rute Pulau Penyengat-Tanjungpinang bersandar di Pelabuhan.f-istimewa
Siswa-siswi Pulau Penyengat yang bersekolah di Tanjungpinang, masih memanfaatkan pompong bantuan dari Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan.

TANJUNGPINANG – Bantuan ini merupakan gagasan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Hendi Amerta sejak 2016 lalu. Sampai saat ini, menjadi alat transportasi gratis pilihan siswa yang akan berangkat sekolah.

Menurut Hendi pompong itu pun multi fungsi, saat-saat tertentu bisa digunakan warga. Misalnya, mengantar pasien Pulau Penyengat ke Tanjunpinang saat sakit di tengah malam.

Selain itu, mengantar para pemuda yang akan bertanding sepakbola. Serta mengantar ibu-ibu majelis taklim yang memiliki acara di Tanjungpinang.

”Pompong ini khusus membantu para siswa, tapi bila diperlukan untuk kegiatan rombongan dan sosial bisa. Warga juga saling mengerti,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (20/12).

Baca Juga :  Digusur, Siswa SD Melati Indah Sekolah di Dewan

Hendi menuturkan, ada dua pompong bantuan pemerintah bertujuan meringankan beban orangtua siswa. Satu lagi, melayani para pelajar dari Sungai Nyirih ke Madong.

Ia menuturkan, terkait biaya BBM tidak ada yang perlu ditutupi. Dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Sedangkan gaji yang membawa pompong atau biasa disebut tekong masuk menjadi tenaga honor di kelurahan. Masing-masing pompong memiliki dua juru kemudi.

Dituturkannya, satu hari pompong dua kali mengantarkan siswa. Pertama lebih awal pukul 06.30 WIB dan dilanjutkan pukul 07.00 WIB pagi.

Baca Juga :  Percontohan Budidaya Kerapu

”Hanya mengantar pergi sekolah tidak menjemput karena waktu pulang siswa berbeda-beda,” ucapnya.

Menurutnya masyarakat khususnya pelajar antusias menggunakan pompong tersebut sebagai alat transporetasi pergi sekolah.

Ia menuturkan, melihat kebutuhan sekarang, perlu ada tambahan kapasitas apakah dengan memperbesar pompong atau menambah satu unit lagi.

”Kapasitas sekarang bisa membawa 20 siswa sekali berangkat. Tapi kadang siswa yang pergi sekolah bisa lebih dari itu, mungkin perlu ditambah lagi,” tuturnya.

Hendri menuturkan, bantuan pompong itu tidak sia-sia. Termanfaatkan dan tepat sasaran. ”Saya terus berupaya memberikan masukan ke pemerintah sesuai dengan kebutuhan warga dan mengikuti aturan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bakti Sosial Kesehatan Gigi ke Pelajar

Hal-hal lain juga terus diperjuangkan bagi warga secara keseluruhan. Sesuai dengan kemampuan anggaran Pemko Tanjungpinang.

Ia mencontohkan seminisasi jalan, pemasangan lampu penerangan jalan dan menyarankan pemerintah melalui OPD terkait memperhatikan olahraga dengan memberikan bantuan bola dan lainya.

”Ini sederhana namun bersentuhan langsung dengan masyarakat, pemerintah perlu terus tingkatkan. Kami di DPRD khususnya melalui Komisi I, siap mendukung,” tuturnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here