Pondasi Patah, Pasar Tradisional Ambruk

0
222
BANGUNAN Pasar Tradisional di Pelabuhan Berhala Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja yang sudah ambruk karena tiang pondasinya patah. F-ISTIMEWA

Bangunan Pasar Tradisional yang berada di Pelabuhan Berhala Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas ambruk. Pasar tersebut dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2009 sekitar Rp1 miliar.

ANAMBAS – Diketahui pasar tersebut hanya dinikmati oleh masyarakat hanya satu bulan aktif, setelah itu tidak ada warga yang berani menempati pasar itu akibat bangunan yang dibangun sudah mengalami keretakan.

Selain itu, tiang pondasi sebagai penopang bangunan terlihat mulai rapuh dan kini pasar itu ambruk.

Kuat dugaan, tiang pondasi pasar tersebut mengalami patah dan tampak bangunannya jatuh ke dalam air laut karena kontruksi bangunan tidak memenuhi spesifikasi. ”Saya tidak tahu kejadiannya siang atau malam kemarin. Pastinya pasar itu sudah ambruk saat ini. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Heryadi, selaku warga Kecamatan Jemaja kepada awak media, Rabu (27/6).

Ia juga heran, kenapa bisa terjadi demikian padahal bangunan itu belum sempat dinikmati warga. Mestinya, lanjut Heryadi, pihak tim Kementerian Perdagangan dan Koperasi menulusuri proyek yang bisa dikatakan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu.

Hal ini tentu merugikan masyarakat Jemaja pada umumnya, sebab dengan dibangunnya pasar yang mengunakan anggaran pusat tapi tidak bisa dinikmati. Dengan kejadian itu, tentunya masyarakat Anambas sulit untuk mendapatkan proyek yang sama dari sumber anggaran pusat lagi ke depannya.

”Saya harapkan tim dari Kementerian Perdagangan dan Koperasi harus jeli, dalam menentukan pihak kontraktor sebagai pelaksana kegiatan. Kami nilai mereka melakukan pembangunan kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan ketika itu,” kesal dia.

Sedangkan, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kepulauan Anambas Usman mengatakan, pihaknya belum tahu persis kejadian atas amruknya pasar tradisional di Jemaja.

Namun ia mengatakan, pembangunan pasar tradisional tersebut dibangun pada tahun 2009 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp1 miliar. ”Hingga sekarang saya belum tahu kejadiannya dan akan saya telusuri selanjutnya. Kami terima kasih atas info yang diberikan,” ungkap Usman.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris mengatakan, ia sudah mendapatkan laporan dari pihak kecamatan. Namun ia menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Anambas bahwa pasar tradisional yang berada di pelabuhan Berhala Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja belum dilakukan serah terima kepada Pemda dari Pemerintah Pusat.

Jikalau sudah serah terima, tentu sudah diperbaiki atas sejumlah bangunan yang dinilai rusak tersebut. Bisa dikatakan pasar itu masih menjadi aset Pemerintah Pusat.

”Sebelumnya saya sudah sampaikan kepada bawahan saya, yakni dinas terkait untuk melihat kondisi bangunan yang rusak itu agar dapat diperbaiki. Karena masih aset Pemerintah Pusat, maka kita hanya bisa mengajukan kepada Pemerintah Pusat agar dapat dilakukan perbaikan,” tutup Haris ketika dihubungi. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here