Ponton Pelabuhan Bulang Linggi Ambruk

0
661
AMBRUK: Jembatan penghubung ponton Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban ambruk. Wabup Bintan H Dalmasri Syam, Kadishub Yandrisyah dan PPLP meninjau ponton rusak (insert), kemarin. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – JEMBATAN penghubung dari dermaga ke ponton pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban ambruk, Kamis (21/12) pagi. Pemkab Bintan langsung menyurati kondisi kerusakan ponton ke Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melalui Dinas Perhubungan Kepri.

Sebelum ambruk, Kepala Dinas Perhubungan Bintan Yandrisyah sudah mengecek kondisi jembatan penghubung ponton itu, Rabu (20/12) sore lalu. Saat itu, di bagian ujung jembatan sudah terlihat sedikit retak, akibat hempasan gelombang disertai angin kencang. Justru itu, ponton tidak digunakan untuk penumpang, sejak Rabu sore lalu. Bahkan, jembatan itu ambruk setelah dihantam gelombang dan angin kencang, Kamis pagi kemarin.

Kadishub Bintan Yandrisyah dan Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam langsung turun ke lokasi, beberapa jam setelah peristiwa tersebut. Wabup menyampaikan, kondisi jembatan ponton itu mengalami kerusakan parah, akibat dihantam gelombang dan angin kencang.

”Pelabuhan ini memang dikelola oleh Pemkab Bintan melalui Dinas Perhubungan. Namun fasilitas dan aset ini dibangun dan merupakan milik Pemprov Kepri. Jadi untuk perbaikan dan pemeliharaannya secara aturan yang ada, masih kewenangan Pemprov,” kata Dalmasri, di sela meninjau jembatan ponton yang ambruk, Kamis siang kemarin.

Saat ini, lanjutnya, Pemkab Bintan sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kepri, untuk percepatan perbaikan ponton yang sangat diperlukan oleh masyarakat pengguna transportasi kapal cepat, Tanjunguban ke Telaga Punggur (PP).

”Ini kami tinggal buat surat tertulis kepada Gubernur lah, harus dilaporkan dan kami minta perbaikan segera,” katanya.

Sementara itu, R Gunawan, Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Kesyahbandaran Tanjunguban mengatakan, peristiwa ambruknya jembatan ponton pelabuhan tersebut tidak mengganggu pelayanan transportasi laut. Karena, pelayanan naik turun penumpang cukup dialihkan ke bagian ujung dermaga. Hanya saja, penumpang harus menggunakan tangga semen, saat naik dan turun kapal cepat.

”Ya biasa kan pakai ponton naiknya, lebih mudah kalau air pasang maupun surut. Kalau sekarang harus lewat pelabuhan beton yang lama. Tidak ada hambatan, namun jika hujan cukup merepotkan karena pelabuhan beton tak ada atap,” jelasnya.

Secara keseluruhan, lanjutnya, pelayanan pelabuhan Bulang Linggi tidak ada kendala dan terus bersiap untuk menghadapi lalu lintas musim libur Natal dan Tahun Baru.

Pihak Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban langsung menurunkan personel penyelamnya untuk membantu pengamanan ponton Pelabuhan yang ambruk. Agar kerusakan tidak semakin parah dan terbawa arus laut. Penyelam mengikat bagian jembatan penghubung ponton, ke bagian pelabuhan beton.

”Arus transportasi laut, tetap lancar,” kata Yandrisyah, Kadishub Bintan di sela peninjauan ponton yang mengikutsertakan Sarafuddin Aluan, anggota DPRD Kepri.

Dari pantauan Tanjungpinang Pos di lokasi, kerusakan terlihat di bagian jembatan penghubung pelabuhan beton dan ponton. Atap pelabuhan beton juga mengalami sedikit kerusakan. Sementara itu kondisi ponton masih berada di lokasi semula. Hanya saja beberapa tiang sudah tampak mengalami pergeseran dan terlihat miring.

Ali, seorang warga mengatakan, kejadian jembatan ponton ambruk itu terjadi sekitar pukul 06.00, saat gelombang tinggi dan angin kencang. Tidak ada korban jiwa atau luka karena kondisi sedang sepi. Ponton tersebut baru selesai dibangun dan diresmikan pada awal 2015 lalu, semasa kepemimpinan almarhum Gubernur HM Sani.(JENDARAS-YENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here