Ponton Pelabuhan Dompak Hanyut

0
1230
Tanpa Ponton: Pelabuhan Dompak sudah tidak punya ponton lagi. F-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Nasib pelabuhan Dompak makin tidak jelas. Setelah proyek pembangunan pelabuhan itu menelan dana 120 miliar, kini kelanjutan pembangunanya semakin tidak jelas. Bahkan, karena lama terbengkalai, ponton pelabuhan hanyut setelah besi penyangganya patah. Karena khawatir ponton ini menabrak kapal atau rumah pelantar, hingag nelayan yang melihat ponton ii hanyut langsung menarik ke Pulau Bayan, Tanjungpinang.

Anggota Komisi III DPRD Kepri H Irwansyah menyampaikan, nasib pelabuhan Dompak tidak akan dilanjutkan apabila pemerintah provinsi tidak mau mengurus persyaratan dokumen serah terima hibah lahan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI.

”Persoalannya cuma satu, agar pemprov mengeluarkan surat persetujuan hibah lahan ke pemerintah pusat,” tegas politikus PPP dapil Kota Batam tersebut kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (18/6)
Kata Irwansyah, pihaknya bersama anggota Komisi III DPRD Kepri sudah bertandang ke Dirjen Perhubungan laut (Hubla) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, untuk mempertanyakan dan mempertegaskan tindak lanjut finishing pelabuhan Dompak tersebut.

”Jadi waktu komisi 3 ke Dirjen Hubla, prinsipnya mereka akan segera melaksanakan finishing, kalau pemerintah kepri mengeluarkan hibah lahan tersebut,” terangnya. Nah kalau sudah hancur-hancuran seperti itu, siapa yang dirugikan. Sia-sia uang negara ratusan miliar yang sudah terserap, sementara pelabuhan itu tidak bisa digunakan.

”Kalau sudah selesaikan hibahnya itu, akan dianggarakan. Karena itu salah satu syarat pengajuan ke Menteri Keuangan RI,” terangnya. Irwansyah menyarankan, harusnya pemprov mengurus segera, hibah itu, kalau terus dibiarkanmakin lama makin hancur. Lebih tegas, dirinya menyampaikan, saat ini saja kondisi pelabuhan itu sudah terlihat mulai banyak peralatannya yang rusak.

Jangan khawatir ketika hibah lahan itu sudah diserahkan, tak perlu takut, karena pelabuhan dompak itu posisinya ada di tempat Kepri, tak mungkin di bawa ke Jakarta. Bahkan sudah disepakati pengoperasiannya juga akan dilakukan bersama. ”Pemprov harusnya menyelesaikan proses hiibah itu, harusnya saat ini sudah selesai. Kita minta kadis perhubungan perhatikan ini,” tambah

”Terlalu lama pelabuhan itu dibiarkan, ini karena juga terlalu berbelit-belit birokrasi kita,” timpalnya. Sabtu (17/6) sore kemarin, masyarakat Pulau Dompak, melihat Ponton di salah satu dermaga pelabuhan Dompak itu lepas dari tiang ponton. Lepas dari tiang pancangnya dan hanyut terbawa arus laut.

Pada saat kejadian itu, kondisi angin dan gelombang tidak kencang. Namun akibat karena sudah terlalu lama tidak mendapat perawatan pada roda pengikat ponton ke setiap tiang sehingga lepas, membuat ponton apung dermaga itu hanyut. Saat ini, kondisi dermaga itu sudah rusak parah, bahkan tidak ada yang menjaga. Titian dermaga juga ambruk ke dasar laut. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here