Populasi Ikan di Natuna Masih Melimpah

0
320
SEORANG pedagang ikan Ranai di pasar saat melayani pembeli. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Jumlah populasi ikan di Kabupaten Natuna dari zaman ke zaman tidak pernah berkurang, karena banyak nelayan Natuna dalam mencari ikan masih sistem tradisional dengan cara menggunakan kail pancing.

NATUNA – Potensi perikanan di Kabupaten Natuna masih terbilang cukup melimpah. Hal ini menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan terbesar se-Asia Tenggara, dengan jumlah ikan yang diprediksi sebesar 1,1 juta ton dan hanya 14 persen saja yang baru diproduksi.

”Sejak jaman dulu hingga sekarang, jumlah populasi ikan di Natuna memang masih sangat berlimpah. Terbukti dengan hasil tangkapan yang baru saja kita dapatkan dari semalam,” kata Sudir seorang nelayan sepempang yang baru saja balik dari mancing, Jumat (11/5).

Sudir menerangkan, sejak orangtuanya dulu mencari ikan tidak pernah jauh dari bibir pantai. Namun, perbedaannya sekarang untuk bisa mendapatkan ikan harus menempuh jarak yang lumayan jauh sekitar 10 sampai 15 mil dari bibir pantai.

”Kalau dulu tak perlu jauh-jauh mencari ikan, sekitar satu mil saja sudah bisa dapat ikan untuk makan. Kalau sekarang lumayan jauh baru biasa kita dapat ikan lumayan banyak, alhamdulillah jika dapat ikan banyak dapur pun bisa ngebul,” ungkap Sudir.

Hal berbeda diutarakan Mamed, nelayan asal penagi yang mengatakan sekarang ini jika tidak punya rumpon pasti sudah untuk mencari ikan. Apalagi sekarang banyak nelayan dari luar daerah, yang datang mencari ikan di perairan Natuna.

”Untuk bisa bertahan dalam mencari ikan, kita harus berupaya membuat rumpon yang anggarannya dari kelompok nelayan. Dari rumpon itulah kita bisa mendapatkan ikan untuk konsumsi sendiri,” papar Mamed.

Melihat kondisi sekarang, dengan banyaknya kapal nelayan dari luar daerah yang memiliki peralatan canggih jelas membuat nelayan daerah merasa tersingkirkan. Apalagi jika tidak ada bantuan sama sekali bagi nelayan daerah.

”Jika kita melihat kapal ikan nelayan luar daerah yang kapasitasnya cukup besar, jelas kita pasti kalah bang. Gimana bisa menyaingi peralatannya saja canggih,” ucapnya.

Mamed berharap walaupun dengan banyaknya kapal ikan yang meramaikan perairan Natuna mudah-mudahan jumlah populasi ikannya tetap berlimpah. ”Kita cuma bisa berharap nelayan daerah tidak merusak karang yang ada di perairan Natuna dan menjaga populasinya,” tutupnya.

Budi Suharjo peneliti dari IPB saat diskusi di ruang rapat kantor Bupati memaparkan survei yang dilakukan BI dan IPB akan menitikberatkan persoalan sektor perikanan. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here