Posisi FTZ Tanjungpinang & FTZ Bintan Setara

0
1723
Saleh Umar

Usulan SOTK Baru ke Menpan RB

TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengusahaan (BP) Bintan, Saleh Umar menjelaskan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sebagai Dewan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Bupati Bintan Apri Sujadi dan Penjab Wali Kota Tanjungpinang sebagai Wakil Dewan Kawasan, telah memutuskan dan sepakat kalau FTZ Tanjungpinang dan FTZ Bintan akan sama-sama dipimpin Kepala Satuan Pelaksana (Satlak). FTZ Tanjungpinang bukan dipimpin satuan kerja (Satker) begitu juga dengan FTZ Bintan.

Tapi, akan dipimpin Satlak Pengusahaan Bintan wilayah Kabupaten Bintan dan Satlak Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kota Tanjungpinang.

Usulan tersebut nantinya akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB), apakah disetujui atau tidak.

Baca Juga :  Besok Kepala OPD Ikut Assessment

”Ini baru usulan dan sudah disepati oleh Pak Gubernur, Pak Bupati Bintan dan Pak Penjab Wali Kota Tanjungpinang. Tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat seperti apa nanti,” kata Saleh Umar, kemarin.

Kata dia, bila usulan FTZ Tanjungpinang dipimpin oleh Satlak Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kota Tanjungpinang, maka kewenanganya cukup kuat dibandingkan status sebelumnya.

BP Bintan Satlak Wilayah Kota Tanjungpinang tetap mengelola dua kawasan FTZ Tanjungpinang, yakni kawasan FTZ di Dompak dan Senggarang.

Begitu juga wilayah FTZ Bintan akan dikelola oleh Satlak BP Bintan untuk wilayah Kabupaten Bintan. Jadi, FTZ Tanjunginang dan FTZ Bintan kedudukan sama. Perubahan SOTK FTZ Tanjungpinang bukan dilemahkan, tapi justru memiliki kewenangan lebih untuk memajukan dua kawasan FTZ tersebut. ”Jadi Badan Pengusahaan (BP) FTZ Tanjungpinang sudah dilebur jadi BP Bintan,” tegasnya. Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpianng, Bobby Jayanto, minta dua kawasan FTZ Tanjungpinang di Dompak dan Senggarang, merupakan produk unggulan harus benar-benar jalan.

Baca Juga :  Komisi I Minta Plt Gubernur Evaluasi Kepala OPD

”Pemerintah daerah harus bangun sarana dan prasana pendukung seperti infrakstruktur di dua kawasan FTZ itu, kalau tidak selamanya tidak dilirik para investor,” tegasnya.

Ia juga minta kepada pengelola dua kawasan FTZ, harus rajin-rajin melakukan promosi ke investor, kalau dua kawasan tersebut, persoalan listrik tidak ada masalah lagi.

Dulu, sambung Bobby, banyak investor yang melirik dua kawasan tersebut, namun setelah mengetahui persoalan listrik belum bisa diatasi, mereka (investor, red) pada meninggalkan Tanjungpinang. Tapi sekarang listrik sudah aman. ”Harus juga rajin-rajin mempromosikan dimana letak dua kawasan FTZ tersebut. Apakah dua kawasan tersebut sudah dibebaskan lahannya atau belum,” tegasnya.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis B Masih Tinggi

Sebab, persaingan kawasan industri di negara tetangga seperti Malaysia terus memberikan kemudahan kepada investor untuk masuk. Jangan sampai kita ketinggalan. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here