PPDB, Jangan Ada Lagi Titipan

0
273

Pendaftaran Harus Sesuai Zonasi dan Jangan Menipu Alamat

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak lama lagi akan dibuka. Sekolah unggulan yang biasa disebut sekolah favorit, menjadi sasaran siswa maupun orangtua untuk menyekolahkan anaknya.

TANJUNGPINANG – Sehingga, sering terjadi pemaksaan masuk sekolah unggulan meski syarat yang harus dipenuhi tidak mencukupi. Misalnya nilai ijazah yang diminta tak sesuai standar.

Hal inilah yang kerap membuat sekolah dan orangtua siswa ada titipan. Bahkan, agar bisa memasukkan anaknya masuk sekolah unggulan, orangtua sering mencari bekingan untuk anaknya.

Anggota DPRD Kepri Fraksi PKS Dapil Batam, Suryani mengatakan, terkait PPDB khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih sering tarjadi lobi-lobi antara pihak sekolah dan calon wali murid.

Suryani menilai kebiasaan seperti ini terjadi karena di dalam diri wali murid atau orangtua siswa sudah terbiasa mendengar istilah sekolah unggulan atau sekolah favorit. Sehingga memaksakan anaknya masuk sekolah unggulan meskipun banyak ditemukan siswa tersebut alamat rumahnya jauh dari lokasi sekolah tersebut.

”Misalnya begini kalau di Batam, SMAN 1 dan SMAN 3 itu paling sering diburu orang tua dan murid, meskipun alamat tempat tinggal mereka berjauhan,” terang Suryani, kemarin.

Tak hanya itu, Suryani bahkan memaparkan bahwa sesuai Perda yang sudah dibuat bahwa sistem penerimaan siswa baru itu harus berlandaskan terhadap zonasi wilayah tempat tinggal 80 persen.

Siste zonasi ini sangat membantu pihak sekolah. Terkait pemahaman orangtua sampai hari ini masih mengupayakan peserta didik mereka masuk di sekolah unggulan, kadang diacuhkan. Padahal, sudah sistem zonasi.

”Perlu disampaikan sekali lagi, tidak ada sekolah unggulan. Dulu istilah itu masih ada. Sekarang semua sekolah sama,” tegas legislator yang juga anggota Komisi III tersebut.

Saran dia, bagi orang tua yang dengan sengaja melakukan tindakan negatif seperti pemalsuan alamat, sampai harus bekerjasama dengan RT/RW, maka dirinya meminta aparat penegak hukum melakukan proses tindak pidana.

”Kalau di Batam peringatan sampai penegak hukum ini sudah pernah terjadi. Pihak wali murid bekerja sama RT, RW memalsukan alamat,” bebernya.

Jika ini dibiarkan terus, maka titipan tidak akan pernah berhenti. Proses PPDB rencana akan serentak digelar awal Juli mendatang atau setelah lebaran Idul Fitri. Minggu pertama masuk sekolah Senin kemarin, peserta didik masih disibukkan dengan pesantren kemudian dilanjutkan persiapan ujian kenaikan kelas. Kemudian libur hingga Awal Juli mendatang.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gunung Kijang Bintan, Suhono menyampaikan, bahwa proses PPDB akan digelar serentak pada Juli mendatang. Saat ini para siswa masih persiapan jelang ujian kenaikan kelas. ”Bisa jadi jadwalnya serentak Juli mendatang,” ujar Suhono kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (20/5). (SUHARDI – MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here