PPDB Pakai Online Atau Zonasi?

0
1755
Suasana salah satu sekolah di Tanjungpinang menjelang pembagian rapor beberapa pekan lalu. f-Dokumen/tanjungpinang pos

Kepada Yth Dinas pendidikan Kota… Untuk penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), apakah untuk tahun 2018/2019 menggunakan sistem zonasi atau masih menggunakan rayonisasi untuk SD dan SMP? Untuk menghindari perbedaan persepsi mengenai PPDB tsb, mohon dinasdik kota tanjungpinang menjelaskan secara jelas dan rinci mengenai sistem tersebut. Karena, amsih banyak masyarakat yang belum paham, sehingga sewaktu mendaftar bisa lebih kondusif, tks.
08117776750

PPBD Mesti Transparan
MBS Mohon kpd pihak sekolah SMAN/SMKN Di kota tanjungpinang untuk pengumuman nama-nama peserta ppdb berdasarkan rangking agar transparan bukan berdasar nilai terendah dan tertinggi tanpa mencantumkan nama
+6281364788823

TANGGAPAN:
Sistem penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi dan tdiak dipungut biaya sama sekali. bahkan biaya map juga digratiskan. Pihak sekolah harus menyediakan map.

Bagi calon siswa SD yang mendaftar usianya harus 7 tahun ke atas. Namun, apabila daya tampung masih mencukupi, pihak sekolah bisa menerima calon siswa yang usianya di bawah 7 tahun.

contohnya, jika di sekolah A banyak siswa yang mendaftar dari lingkungan sekitarnya. Meski demikian, daya tampung masih mencukupi. Dengan demikian, maka siswa yang lebih jauh dan usianya 7 tahun ke atas masih bisa mendaftar.

Namun, apabila tidak ada lagi siswa yang usia 7 tahun ke atas yang mendaftar, maka pihak sekolah bisa menerima calon siswa yang usianya 6 tahun 10 bulan atau di bawahnya sesuai kebutuhan sekolah itu.

Untuk siswa SD, syarat utama adalah usia. Tidak ada seleksi lain kecuali usia. Keharusan lulus TK dibuktikan dengan ijazah TK tidak diharuskan. Namun, usia 7 tahun ke atas merupakan seleksi utama.

PPDB, akan dimulai awal Juli setelah libur akhir semester. Penerimaan siswa baru nanti tetap pakai zonasi sesuai Permendikbud. Tahun-tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sudah menggunakan sistem rayonisasi untuk penerimaan siswa baru.

Setelah itu diterbitkan aturan baru dengan sistem zonasi. Sebenarnya sama saja dengan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Cuma beda nama saja. Kalau dulu kita pakai sistem rayon, sekarang disebut sistem zonasi.

Apa yang sudah kita lakukan selama baik dan sama seperti yang dilakukan pusat. Sistem zonasi ini mengakomodir siswa dekat sekolah. Daya tampung siswa SD dan SMP di Tanjungpinang mencukupi. Yang penting orangtua jangan memaksakan kehendaknya untuk memasukkan anaknya di sekolah negeri, karena masih banyak swasta.(mas)

Dadang AG
Kadis Pendidikan Kota Tanjungpinang

TANGGAPAN:
Orangtua siswa atau calon siswa yang akan daftar SMA sederajat jangan menipu atau memalsukan alamat rumah saat mendaftar secara online untuk SMA sederajat di Tanjungpinang dan Batam.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2018/2019 sudah online, namun tetap menggunakan sistem zonasi. Jika ingin masuk sekolah tertentu yang dianggap lebih baik, namun alamat rumahnya di luar zonasi itu, maka jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tersebut dengan mendaftar dan memalsukan alamat.

Karena pada ujung-ujungnya nanti, tetap tidak akan diterima. Sebab, semua berkas asli harus dibawa ke sekolah untuk pendaftaran ulang. Pasti ketahuan dimana alamat sebenarnya.

Contohnya, seorang siswa mendaftar ke SMAN 1 Tanjungpinang yang berada di Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Sementara siswa yang bersangkutan tinggal di Hang Tuah, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Kan bisa saja saat mendaftar secara online, alamatnya dibuat di daerah Kampung Baru. Tapi pasti ketahuan nanti saat daftar ulang. Jadi jangan menipu alamat tempat tinggal.

Saat pendaftaran ulang, siswa harus membawa Kartu Keluarga (KK), ijazah SMP maupun Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) dan berkas lainnya. Kalau alamatnya ketahuan tidak di zonasi yang sama, maka siswa itu akan dikeluarkan dari sekolah. Pasti bermasalah. Makanya, saya minta jangan menipu alamat tempat tinggal.

Saat ini, pemerintah sudah menghapuskan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Istilah sekolah unggulan dan sekolah favorit juga sudah dihilangkan dan diterapkan sistem zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud).

Hal ini untuk menghindari siswa yang mendaftar ke sekolah terbaik membeludak sementara sekolah lainnya sepi pendaftar. Tinggal pihak sekolah yang harus berlomba-lomba memperbaiki kualitasnya agar diminati. (mas)

Drs Atmadinata M.Pd
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here