PPDB Secara Online, Sistem Zonasi Berlaku

0
59
SISWA-SISWI SMAN 1 Tanjungpinang diskusi dengan gurunya saat jam istirahat. F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Orangtua siswa atau calon siswa diminta jangan menipu atau memalsukan alamat rumah saat mendaftar secara online untuk SMA sederajat di Tanjungpinang dan Batam.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs Atmadinata M.Pd mengatakan, meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2018/2019 sudah online, namun tetap menggunakan sistem zonasi.

Jika ingin masuk sekolah tertentu yang dianggap lebih baik namun alamat rumahnya di luar zonasi itu, maka jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tersebut dengan mendaftar dan memalsukan alamat.

Karena pada ujung-ujungnya nanti, tetap tidak akan diterima. Sebab, semua berkas asli harus dibawa ke sekolah untuk pendaftaran ulang. Pasti ketahuan dimana alamat sebenarnya.

Ia mencontohkan, seorang siswa mendaftar ke SMAN 1 Tanjungpinang yang berada di Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Sementara siswa yang bersangkutan tinggal di Hang Tuah, Kecamatan Tanjungpinang Timur. ”Kan bisa saja saat mendaftar secara online, alamatnya dibuat di daerah Kampung Baru. Tapi pasti ketahuan nanti saat daftar ulang. Jadi jangan menipu alamat tempat tinggal,” ujar Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Saat pendaftaran ulang, siswa harus membawa Kartu Keluarga (KK), ijazah SMP maupun Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) dan berkas lainnya. ”Kalau alamatnya ketahuan tidak di zonasi yang sama, maka siswa itu akan dikeluarkan dari sekolah. Pasti bermasalah. Makanya, saya minta jangan menipu alamat tempat tinggal,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah sudah menghapuskan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Istilah sekolah unggulan dan sekolah favorit juga sudah dihilangkan dan diterapkan sistem zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud).

Hal ini untuk menghindari siswa yang mendaftar ke sekolah terbaik membeludak sementara sekolah lainnya sepi pendaftar. Tinggal pihak sekolah yang harus berlomba-lomba memperbaiki kualitasnya agar diminati. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here