PPDB, Uang Map Ditiadakan

0
489
WAKIL Ketua I DPRD Tanjungpinang dan anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Simon Awantoko saat mengunjungi SDN 003 Tepilaut, belum lama ini. Dua wakil rakyat itu berinteraksi dengan siswa. F-martunas/tanjungpinang pos

Pendaftaran Siswa Baru Gratis

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG menegaskan, tidak ada biaya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) alias gratis.

TANJUNGPINANG – UANG map yang biasanya harus bayar tidak diperkenankan lagi dipungut bayarannya. Semua gratis. Dan pihak sekolah harus menyediakan map. Dadang mengatakan, bagi calon SD yang mendaftar usianya harus 7 tahun ke atas. Namun, apabila daya tampung masih mencukupi, pihak sekolah bisa menerima calon siswa yang usianya di bawah 7 tahun.

Ia mencontohkan, di sekolah A banyak siswa yang mendaftar dari lingkungan sekitarnya. Meski demikian, daya tampung masih mencukupi. Dengan demikian, maka siswa yang lebih jauh dan usianya 7 tahun ke atas masih bisa mendaftar.

Namun, apabila tidak ada lagi siswa yang usia 7 tahun ke atas yang mendaftar, maka pihak sekolah bisa menerima calon siswa yang usianya 6 tahun 10 bulan atau di bawahnya sesuai kebutuhan sekolah itu.

Untuk siswa SD, syarat utama adalah usia. Tidak ada seleksi lain kecuali usia. Keharusan lulus TK dibuktikan dengan ijazah TK tidak diharuskan. Namun usia 7 tahun ke atas merupakan seleksi utama.

PPDB, kata Dadang akan dimulai awal Juli mendatang setelah libur lebaran dan libur akhir semester. Sedangkan siswa akan menerima rapor, Jumat (8/6) pekan ini. Setelah itu siswa akan libur panjang dan masuk kembali Juli nanti.

Dadang mengatakan, penerimaan siswa baru nanti tetap pakai zonasi sesuai Permendikbud. Tahun-tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sudah menggunakan sistem rayonisasi untuk penerimaan siswa baru.

”Setelah itu diterbitkan aturan baru dengan sistem zonasi. Sebenarnya sama saja dengan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Cuman beda nama saja. Kalau dulu kita pakai sistem rayon, sekarang disebut sistem zonasi,” jelas Dadang kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Minggu (3/6) kemarin.

”Apa yang sudah kita lakukan selama baik dan sama seperti yang dilakukan pusat. Sistem zonasi ini mengakomodir siswa dekat sekolah,” tambahnya.

Dadang memastikan, daya tampung siswa SD dan SMP di Tanjungpinang mencukupi. Yang penting orangtua jangan memaksakan kehendaknya untuk memasukkan anaknya di sekolah negeri, karena masih banyak swasta.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here