PPKB Forkomwil Beri Penyuluhan Kespro bagi Pelajar

0
704
PENYULUHAN KESPRO: Tim PP dan KB Forkomwil PMP3AP2KB Kepri berfoto bersama guru, usai memberikan penyuluhan kesehatan produksi (Kespro) bagi pelajar.F-ISTIMEWA

PINANG – Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Forkomwil PMP3AP2KB Provinsi Kepri, memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi (Kespro) bagi pelajar SMA Negeri 11 dan SMAN 6 Tanjungpinang, belum lama ini. Tujuannya untuk menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari pergaulan bebas di kalangan remaja.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kepri Yulianti SSos SST MT, selaku Ketua Bidang Pengendalian Penduduk dan KB menjelaskan, ada tiga aksi yang dilaksanakan Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Forkomwil PMP3AP2KB Kepri, pada akhir 2017 lalu. Yaitu, penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi (Kespro) di SMPN 11 Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/12), sosialisasi pengendalian penduduk dan KB di Kelurahan Kampungbugis, Selasa (12/12) dan penyuluhan Kespro di SMAN 6 Tanjungpinang, Jumat (15/12) belum lama ini.

Penyuluhan Kespro ini bertujuan agar pelajar dan remaja bisa menjadi agen sosialisasi bagi rekan sebayanya dan lingkungan mereka, mengenai pentingnya menjaga Kesehatan reproduksi, serta menjaga diri dari pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena, pergaulan bebas itu berdampak negatif bagi kehidupan remaja di masa mendatang. Baik dari sisi kesehatan maupun agama.

Baca Juga :  Anggaran BUMDes Lancang Kuning Tak Jelas

”Penyuluhan kesehatan reproduksi ini sangat penting. Karena, remaja adalah aset negara, generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan bangsa,” tegas Yulianti saat memberikan keterangan, kemarin.

Yulianti menyampaikan, pernikahan di usia remaja (di bawah usia 20 tahun), seorang perempuan belum siap secara fisik untuk hamil dan melahirkan. Jika terjadi kehamilan dan melahirkan, maka akan menyebabkan terganggunya kesehatan reproduksi. Sepertikanker rahim, eklamsi, infeksi saluran reproduksi, pendarahan, bayi lahir dengan bobot kurang dari idealnya, sampai pada kematian.

Dalam kegiatan penyuluhan, Pokja PP dan KB Hj Ermiyati Tafruddin SPdI juga menjelaskan, dari sudut pandang agama Islam, pergaulan bebas di kalangan remaja sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, akan berdampak buruk pada pola pengasuhan anak dalam keluarga, dan berpengaruh pada pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Baca Juga :  Bupati Berpesan Jangan Lalai dengan Masker

Sekretaris Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Sri Ambar Rinah SSos MPM, sekaligus dosen STISIPOL Raja haji Tanjungpinang juga menambahkan, kepadatan penduduk Indonesia saat ini sudah menduduki peringkat ke-4 di dunia, setelah Tiongkok, India, dan AS.

Satu penyebab lajunya angka pertumbuhan penduduk Indonesia tersebut, adalah tingginya angka pernikahan dini. Indonesia menduduki peringkat ke 2 se-ASEAN. Jumlah penduduk yang tinggi, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, maka akan menimbulkan masalah bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia ke depan.

Baca Juga :  Bupati Imbau Tunda Pulang ke Bintan

”Makanya perlu kami berikan penyuluhan kesehatan reproduksi ini kepada kalangan pelajar dan remaja. Alhamdulillah, siswa dan siswi antusias mengikuti kegiatan dari Bidang PP dan KB Forkomwil PMP3AP2KB Kepri ini. Apalagi kami menyediakan hadiah. Begitu juga dengan kegiatan di Kampungbugis, masyarakat antusias,” jelas Sri Ambar.

Selain majelis guru SMAN 6 dan SMAN 11 Tanjungpinang, kegiatan turut dihadiri Hj Ermiyati Tafruddin SPdI selalu Wakil Ketua Bidang, Elvianna (anggota), Lina (Bendahara). (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here