Prajurit TNI Bisa Jadi Guru

0
97
PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, KASAD, KASAL, KASAU foto bersama usai peresmian dermaga kapal selam di Selat Lampa Natuna, Selasa (18/12). f-istimewa/humas korem 033 wp kepri

Panglima Resmikan Rumah Sakit Integrasi

Kehadiran prajurit TNI di Natuna tak hanya menjaga keamanan negara dan Sumber Daya Alam (SDA), namun bisa juga membantu memajukan sektor pendidikan. Karena prajurit TNI bisa membantu mengajar.

NATUNA – PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, prajurit bisa menjadi guru beberapa mata pelajaran.

”Tadi Panglima bilang, bisa menjadi guru agama, guru matematika, Bahasa Inggris dan lainnya,” kata H Nurdin Basirun Gubernur Kepri usai mendampingi Panglima TNI dalam kunjungan kerjanya ke Natuna, Selasa (18/12).

Nurdin juga berharap TNI terus membantu membina masyarakat di bidang sosial budaya, pendidikan dan kesehatan. Apalagi TNI punya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Menurut Nurdin, dengan keamanan yang dijaga, semua kekayaan laut itu akan dinikmati masyarakat. Semua berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”TNI bersama rakyat, negara akan kuat. Kuat ekonomi, sosial budaya dan cinta negara,” kata Nurdin.

Nurdin bergerak menuju Natuna dari Bandara Halim Perdana Kusuma bersama rombongan Panglima TNI.

Setiba di Ranai langsung menuju peresmian rumah sakit dan kegiatan baksos di rumah sakit, di antaranya khitan massal, penyerahan alat bantu pendengaran dan kaki palsu serta pengobatan gratis lainnya bagi masyarakat sekitar.

Setelah dari RS bersama rombongan menggunakan helikopter menuju Selat Lampa mengikuti kegiatan inti upacara dan ramah tamah beserta masyarakat.

Satuan TNI Terintegrasi yang ditempatkan di Natuna nantinya bertindak sebagai satuan terdepan dalam menghadapi ancaman potensial. Satuan ini diharapkan mampu merespons dengan cepat potensi ancaman.

Gubernur menyambut baik diresmikannya Satuan TNI Terintegrasi Natuna oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Peresmian itu dilaksanakan di Faslabuh Selat Lampa, Kepulauan Riau, diawali dengan upacara bersama ribuan prajurit.

”Dengan peresmian ini pasti akan memperkuat sektor keamanan yang ada di perbatasan. Sehingga kekayaan negara yang selama ini diambil orang-orang tak bertanggung jawab itu akan terjaga,” kata Nurdin usai menghadiri peresmian itu di Bandara Udara Natuna, Ranai, kemarin.

Tampak hadir dalam peresmian itu KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna. Dari Kepri, tampak hadir Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budi, Danren WP Brigjen Gabreil Lema.

Pertama di Indonesia
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan Rumah Sakit (Rumkit) Integrasi tingkat III TNI di Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Selasa (18/12).

Peresmian ini diawali dengan penandatanganan prasasti bangunan Rumkit Integrasi oleh panglima TNI dan dilanjutkan dengan menggunting pita.

Kemudian Panglima Hadi bersama rombongan dan didampingi Gubernur Kepri meninjau setiap ruangan yang ada di Rumah Sakit Integrasi tingkat III Lanud RSA Natuna. Satu persatu ruang ditelusuri oleh Panglima TNI sambil melihat peralatan dan fasilitas yang ada.

Rumah Sakit Integrasi Tingkat III Lanud RSA Natuna dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti, Poli Bedah, Poli Katarak, Poli Kitan, Poli Spesialis, Kandungan, Poli THT dan Poli Umum.

Selain itu, Panglima Hadi juga menyerahkan berbagai jenis donasi kepada pasien berupa seperti kaki palsu, kursi roda, kaca mata, alat bantu dengar dan paket khitan.

”Semoga semua ini bermanfaat untuk TNI dan masyarakat Natuna,” ujar Panglima Hadi.

Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI Ben Yura Rimba mengatakan sarana yang dimiliki oleh Rumkit Integrasi Lanud RSA Natuna sudah lengkap. Selain fasilitas, dokter yang ditugaskan juga merupakan dokter spesialis berpengalaman.

”Ini Rumah Sakit integrasi pertama di Indonesia. Seperti yang kita lihat tadi, semua sarana lengkap dan didukung oleh dokter-dokter spesialis yang sudah berpengalaman menangani berbagai penyakit,” terang Mayjen Yura.

Ia menambahkan, dalam pelayanan kepada masyarakat, pihak Rumah Sakit Integrasi akan menerima dan melayani semua pasien termasuk pasien rujukan dari RSUD Natuna dan akan melayani pasien BPJS.

”Nanti kita akan koordinasi dengan RSUD Natuna terkait penanganan pasien. Kita upayakan semua pasien bisa dilayani termasuk pasien rujukan dari RSUD Natuna,” tutupnya.

Terima Pasien Umum
Saat peresmian itu, Panglima TNI didampingi KASAL, KASAU, KASAD, Komisi I DPR RI, Pangdam I/BB Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gebriel Lema, Sos serta pejabat TNI dan FKPD Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna.

Selain meresmikan penggunaan Rumah Sakit Integrasi, panglima juga meninjau kegiatan bakti sosial seperti pengobatan masal, sunatan masal, operasi bibir sumbing, dan lainnya.

Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dengan peresmian Rumah Sakit Integrasi itu, diharapkan sarana tersebut dapat membantu pelayanan kepada prajurit TNI dan PNS serta masyarakat yang ada di wilayah Natuna.

”Rumkit ini fasilitasnya lengkap serta ada dokter spesialis yang secara bergantian akan melayani TNI dan masyarakat di wilayah Natuna,” sebutnya.

Kata Panglima, rumah sakit tersebut juga dibangun untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan sarana kesehatan dalam memenuhi tuntutan dan tantangan pelayanan kesehatan.

”Semoga dapat memberi pelayanan terbaik. Tetapi saya juga berharap agar tidak banyak orang yang masuk ke rumah sakit. Artinya kita harus membudayakan hidup sehat,” ujarnya Panglima TNI.

Usai peresmian Rumkit di komplek TNI AU tersebut, Panglima beserta rombong bergegas menuju Selat Lampa menggunakan helikopter. Di Pelabuhan Selatlampa, rombongan disambut Regu Jajar kehormatan TNI AL.

Setelah diawali upacara parade, Panglima langsung meresmikan Pelabuhan Kapal Selam serta Kompi Komposit Terintegrasi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Panglima dan didampingi seluruh Kepala Staf Angkat.

Dalam sambutannya, Panglima TNI mengatakan pelabuahan darmaga kapal selam dan peresmian Kompi Komposit Terintegrasi itu untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dan sarana prasarana bagi TNI.

”Pemenuhan kebutuhan sarana ini tentu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan taktisnya TNI secara optimal,” sebutnya.

Panglima TNI menjelaskan, sesuai rencana tata ruang kawasan, pangkal TNI akan terus dikembangkan dengan adanya pangkalan kapal selam dan Kompi Komposit Terintegrasi.

”Untuk dapat memenuhi unsur kematraan yang lengkap, maka diharapkan dapat bekerja secara sinergis dan untuk menghadapi ancaman serta memitigasi persoalan di wilayah Indonesia secara cepat,” ungkap Panglima.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here