Presiden Janji Perbaiki Nasib Guru Honorer

0
611
Seorang guru dan para siswanya di salah satu sekolah di Tanjungpinang. f-martunas/tanjungpinang pos

DEPOK – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemprov Kepri, Arifin Nasir menyampaikan, di depan seluruh perwakilan pejabat dari masing-masing-masing provinsi seluruh Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengubah nasib guru honorer yang selama ini hanya digaji ratusan ribu rupiah per bulannya, menjadi lebih baik.

Hal itu, kata Arifin disampaikan Presiden pada saat hadir dalam pertemuan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2018, Depok Jawa Barat, Rabu (7/2). ”Saya hadir saat acara dan sambutan Bapak Presiden tersebut. Beliau sangat mendukung bahwa guru honor itu diberikan prioritas, karena mereka sudah mengabdi sekian tahun. Bahkan ketua umum PGRI turut serta menyampaikan hal itu,” terang mantan Kadis Kebudayaan Kepri tersebut.

Dalam rembuk Nasional tersebut, lanjut dia, yang paling sering dibahas menyangkut guru honorer yang sudah mengabdi sekian tahun.

”Kalau se-Indonesia 756 ribu lebih, sedangkan kita mencatat khusus di provinsi saja guru honor yang masih sama-sama kita perjuangkan 1.680 sampai 712 orang,” terangnya.

Arifin sendiri justru mengimbau agar pemerintah pusat lebih memfokuskan diri terhadap Provinsi Kepri yang dinilai provinsi kepulauan terdiri banyak pulau dan hinterland.

Perlu didukung, hal ini pun sudah berulang kali disampaikannya kepada Gubernur bahkan gubernur sendiri sudah secara langsung menyampaikan kondisi ini kepada MenpanRB RI.

”Terutama mereka yang berada di daerah 3T. Terdepan, terluar dan terpinggirkan. Supaya mereka termotivasi untuk mengajar di daerah seperti itu. Sementara kalau jabatannya masih honorer, gaji yang mereka belum layak, sementara saat ini GTT khusus yang diangkat pemprov, Oktober nanti Insya Allah sudah rata-rata Rp 2 juta, tapi kita kan gak bisa mengakomodirnya secara keseluruhan,” terang Arifin.

”Intinya yang paling banyak disinggung masalah guru, karena masalahnya tidak akan pernah habis, selain masalah guru honor, juga guru ditutut profesional,” timpal Arifin.

Arifin juga menyampaikan apa saja yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2018 telah menghasilkan 22 rekomendasi dari lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan, sebagai wujud mensinergikan langkah pemerintah pusat dan daerah serta komunitas pendidikan dan kebudayaan untuk bersama-sama menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, melalui komunikasi dua arah yang saling mendukung.

Lima isu strategis pendidikan dan kebudayaan yang menjadi pokok bahasan RNPK tahun 2018, yaitu
1. Ketersediaan, peningkatan profesionlisme, dan perlindungan serta penghargaan guru;
2. Pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah.
3. Kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional;
4. Membangun pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran; dan
5. Penguatan pendidikan karakter: sekolah sebagai model lingkungan kebudayaan. (Rekomendasi telampir).

Pada pelaksanaan RNPK tahun 2018, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak para pelaku pendidikan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah bersama meningkatkan pelayanan pendidikan.

”Sekali lagi saya mengajak kita semua untuk tidak terjebak dalam rutinitas. Sudah bertahun-tahun kita berjalan rutin tanpa sebuah pembaharuan. Buatlah terobosan, anak-anak kita tidak boleh ketinggalan ilmu dan teknologi. Teknologi harus kita gunakan untuk memperkaya dan memperkuat kearifan lokal kita. Jangan sampai kita kehilangan akan budaya kita,” pesan Presiden saat pembukaan RNPK.

Dalam penutupan RNPK tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan kepada seluruh kepala dinas turut aktif memperjuangkan alokasi anggaran fungsi pendidikan dan kebudayaan sebesar 20 persen dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945.

Selanjutnya, Mendikbud menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran di Kemendikbud untuk dapat menjaga, meningkatkan kerja sama dan hubungan baik antar unit kerja. (ais) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here