Presiden Minta Percepat Pembangunan Bandara Tambelan

0
1656
DIASPAL: Pekerja sudah selesai mengaspal runway Bandara Tambelan. f-istimewa/dispar pemkab bintan

TAMBELAN – Presiden RI Joko Widodo meminta pembangunan infrastruktur dalam memperkuat konektivitas antarpulau di Kepri dipercepat. Salah satu yang diminta Presiden dipercepat pengerjaannya adalah pembangunan Bandara Tambelan. Presiden meminta agar tahun 2018 pembangunan Bandara Tambelan sudah rampung dan dioperasikan tahun 2019.

Kabid Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Ir Tri Musa Yudha mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satker pembangunan Bandara Tambelan tersebut.

”Mereka mengatakan, pembangunannya terus digesa. Sesuai instruksi Pak Presiden, tahun depan sudah harus selesai dan tahun 2019 dioperasikan. Dipercepat satu tahun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, baru-baru ini.

Memang, kata dia, landasan pacu atau run way Bandara Tambelan sudah selesai dikerjakan. Tinggal membangun gedung, parkiran, perkantoran, tangki avtur, radar dan lainnya. ”Inilah yang akan dibangun tahun depan. Jadi mereka harus kerja cepat jika semua itu harus rampung akhir tahun depan,” bebernya.

Dijelaskannya, ada persoalan yang harus diselesaikan Pemprov Kepri tahun 2018 nanti untuk mendukung Bandara Tambelan tersebut. Dishub harus membangun jembatan penyeberangan sekitar 1 Km dari bandara ke pusat pemukiman penduduk yang berada di seberang bandara tersebut. Lokasi pembangunan bandara itu berada di tepi laut. Sedangkan pemukiman penduduk juga terpusat di tepi laut, namun di seberang bandara.

Memang, ada jalan kecil dari pemukiman penduduk ke bandara itu. Namun jaraknya jauh karena harus keliling pulau. Lagi pula, tidak cocok lagi jalan tikus menuju bandara. Jika dipertimbangkan, membangun jalan melalui tepi pulau, biayanya hampir sama dengan membangun jembatan dari bandara langsung ke pemukiman penduduk.

Selain jaraknya tidak sampai 1 Km, biaya perawatannya juga sedikit. ”Mudah-mudahan disetujui. Karena ini yang membuat kita pusing. Harus ada jembatan itu. Kalau tidak, naik sampan lah atau naik pompong,” ungkapnya.

Jika naik sampan atau pompong, maka harus dibangun juga dua pelabuhan yakni di bandara dan di pemukiman penduduk. Namun itu tak efisien dan makan banyak waktu maupun biaya. ”Setelah kami pikir-pikir, lebih baik bangun jembatan. Masyarakat tak perlu naik sampan. Cukup diantar pakai motor ke bandara. Apalagi ke depan, mobil akan banyak di Tambelan. Sehingga butuh jembatan itu,” bebernya.

Ditambahkannya, saat ini semua kabupaten/kota di Kepri sudah memiliki bandara. Untuk Kabupaten Bintan sedang dibangun dua bandara yakni di daerah Uban dan Tambelan. Di Batam, Tanjungpinang, Karimun, Lingga dan Anambas masing-masing ada dua bandara. Sedangkan di Natuna ada dua bandara.

Konektivitas Kepri melalui tol udara sudah lengkap infrastrukturnya. Dan dua bandara sudah status bandara internasional yakni Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here