Presiden Setujui Hibah Aset BP ke Pemko Batam

0
378
MASJID Raya Batam salah satu aset BP yang akan dihibahkan ke Pemko Batam. f-net

BATAM – Presiden RI Joko Widodo akhirnya menyetujui sejumlah aset Badan Pengusahaan (BP) Batam dihibahkan ke Pemko sesuai permintaan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Namun poin yang disetujui untuk dihibahkan melalui BP Batam masih untuk tahap awal. Pemberitahuan persetujuan Presiden itu diketahui setelah Presiden menyurati Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Supriyanto mengungkapkan, persetujuan itu diketahui dua hari lalu. Dimana, total nilai hibah untuk tahap pertama yang disetujui senilai Rp196 miliar.

”Dua hari lalu saya terima berita proses hibah yang dilaksanakan BP, sudah disetujui Presiden. Nilai totalnya Rp196 miliar. Itu nilai perolehan, bukan NJOP,” ungkapnya, Kamis (17/5).

Tahap awal yang disetujui itu adalah hibah Kantor Wali Kota Batam dan lahannya, bangunan dan lahan Masjid Agung Batam Centre, Masjid Baiturahman, Pasar Induk Jodoh dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur.

”Intinya Presiden menyetujui pemindah tanganan barang itu melalui mekanisme hibah dari BP kepada Pemko Batam,” sambungya.

Dijelaskannya, selanjutnya proses hibah akan dilakukan melalui surat Presiden ke Menkeu, kemudian akan diteruskan ke BP Batam untuk diserahkan ke Pemko. ”Kalau kantor DPRD Batam, masih belum dihibahkan karena masih bertahap. Yang sekarang masih tahap pertama,” ujar Eko.

Selanjutnya diakui akan diproses lagi hibah tahap kedua, alun-alun Engku Putri, Rumah Dinas Pemko di Sekupang, Kantor Disduk, Kantor Dinkes, TPU Sei Temiang, TPU Nongsa dan Stadion Sei Harapan serta kawasan perkemahan Raja Ali Kelana di Kabil, Nongsa. Harapan aset berikutnya agar bisa segera turun sehingga Pemko juga bisa memanfaatkan dengan leluasa.

”Ada juga 669 ruas jalan yang diserahkan nanti. Ini kepentingan publik dan nantinya akan diserahkan secara berangsur prosesnya,” katanya.

Disebutkannya, perlu persetujuan Presiden, karena nilai aset di atas Rp10 miliar. BP sudah bekerja cepat untuk merealisasikan permintaan itu. Diingatkan, BP hanya membantu sebagai pengguna dan Menkeu sebagai pengelola.  ”BP hanya sebagai pengguna aset negara dan pengelola Menteri Keuangan,” ulangnya.

Pada April 2018 lalu, tim dari Kemensesneg RI sudah turun ke Batam untuk meninjau aset-aset yang akan dihibahkan Menteri Keuangan melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Pemko Batam.

Selain aset untuk tahap pertama, ada juga hibah tahap dua yang akan diserahkan senilai Rp1,4 triliun. Kabag Pengelolaan Barang Milik Negara Kemsesneg RI, Darnadi dari Direktorat PKNSI DJKN Kemenkeu mengatakan, mereka turun meninjau karena demikian ketentuannya.

Peninjauan dimaksudkan untuk memastikan keberadaan aset-aset yang akan diserahkan. Namun pihaknya tidak menilai aset-aset itu. Aset-aset lain, Darnadi mengatakan, masih ada tanah dan bangunan yang akan diserahkan tahap II. Dimana, untuk tahap dua, ada TPA 46 hektare, 15 rumah dinas, Stadion Sei Harapan, Pemakaman Sei Temiang dan alun-alun Engku Putri. Tahap dua totalnya 27 unit aset. Nilai aset Rp1,4 triliun.

Sementara aset yang diminta Pemko diakui akan dimasukkan untuk tahap ketiga. Disebutkan, untuk tahap ketiga, hanya penyerahan satu unit lahan di Telaga Punggur. ”Tahap dua hanya tanah di Telaga Punggur,” imbuhnya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here