Presiden Setujui Jembatan Babin

0
781
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersam Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah dan kepala OPD Pemprov serta pengurus Kadin Johannes Kennedy Aritonang tertawa lepas usai bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara di Jakarta, Selasa (272). f-istimewa/humas pemprov kepri

Presiden RI Joko Widodo langsung menyetujui 7 proyek strategis yang dipaparkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di hadapan Presiden di Istana Negara di Jakarta, Selasa (27/2). Salah satunya Jembatan Batam-Bintan (Babin).

JAKARTA – KARENA diberi kesempatan untuk memaparkan di hadapan Presiden, gubernur pun langsung memanggil sejumlah pejabat Pemprov Kepri dan mengadakan rapat apa saja yang akan disampaikan ke Presiden.

Saat itu, gubernur membawa tujuh proyek strategis di Kepri yang nilainya triliunan rupiah tak mungkin bisa dibangun dari APBD. Ternyata, tujuh proyek tersebut langsung disetujui.

Ucapan syukur langsung disampaikan Gubernur H Nurdin Basirun usai menghadiri pertemuan terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kemarin petang.

Apalagi semua usulan proyek strategis yang diusulkan dalam pertemuan khusus itu direstui Presiden Jokowi. ”Rencana investasi yang kami sampaikan, Alhamdulillah semua disetujui Bapak Presiden. Para Menteri diminta mem-follow up ini semua dan mencari aturan supaya investasi yang masuk dipermudah,” kata Nurdin di hadapan puluhan wartawan sesaat setelah keluar dari Istana Negara.

Ada tujuh proyek strategis yang dibawa dalam pertemuan itu. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan Batam LRT (Light Rapid Transit). Untuk Jembatan Babin, rencana pembangunannya menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang tujuh kilometer.

Menurut Nurdin, pembangunan ini meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa idustri serta pasokan air bersih/gas dari Batam-Bintan. Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa.

Total investasi yang siap dikucurkan investor sekitar Rp 7,1 triliun. Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner.

Untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp 20 triliun. Kawasan ini nantinya menjadi sebagai pelabuhan peti kemas modern, containernyard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas dwelling time. Target kapasitas 5 juta TEUs per tahun.

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah mengatakan, sebelum pertemuan dengan Presiden, gubernur sudah menyiapkan banyak bahan untuk disampaikan.

”Karena memang banyak kebutuhan kita sebagai daerah kepulauan. Makanya, bukan hanya tentang Jembatan Bintan yang disampaikan,” ujar Arif Fadillah di Hotel CK sebelum berangkat ke Jakarta, kemarin pagi.

Ketika ditanya apakah Presiden akan menyetujui penganggaran APBN untuk membangun Jembatan Babin, Arif Fadillah mengatakan, yang terpenting adalah Presiden menyetujui pembangunan jembatan tersebut.

”Kan sudah banyak investor yang tertarik membangunnya dengan kerja sama. Kalau Pak Presiden setuju, bisa saja nanti investor yang membangunnya,” tambahnya.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here