Presiden Tertarik Kuliner Galang

0
733
Presiden RI, Joko Widodo

Kamis, Jokowi Berkunjung ke Batam

Rencana Presiden RI, Joko Widodo di Batam selama dua hari, mengalami perubahan. Perkembangan terbaru, Jokowi hanya satu hari di Batam, tepatnya, Kamis (23/3) dan sore hari langsung kembali ke Jakarta. 

Batam – SALAH satu agenda yang akan dilakukan presiden adalah meninjau pembangunan Waduk Sei Gong Galang. Ada juga agenda lainnya usai pertemuan itu.

Kemudian, Presiden akan dijamu makan ala kadarnya lantaran presiden ingin menikmati kuliner sekitar Pulau Rempang dan Galang.

Demikian juga dengan kegiatan di Kecamatan Galang, Presiden direncanakan menemui masyarakat dan menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Hanya saja, awalnya Jokowi direncanakan dua hari di Batam. Karena ada agenda penting di daerah lainnya, maka Presiden hanya satu hari saja di sana.

Salah satu jadwal Presiden di Batam yang kemungkinan besar tidak dilakukan adalah blusukan ke mal dan bertemu dengan tokoh masyarakat. Jadwal ini semula direncanakan, Jumat (24/3).

Namun, lantaran jadwal presiden hanya satu hari, blusukan ke mal menjadi jadwal tentatif (setiap saat bisa berubah).

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, Selasa (21/3) usai rapat koordinasi dengan protokol Kepresidenan mengungkapkan, Jokowi akan meninjau pembangunan bendungan Sei Gong, di Pulau Galang.

Pembangunan bendungan itu sendiri diharapkan bisa memacu perusahaan agar mengerjakannya lebih cepat dan segera digunakan untuk kepentingan masyarakat nantinya.

”Beliau ingin melihat secara langsung pembangunan bendungan tersebut. Kalau ke mal, belum ada informasi. Biasanya pak Jokowi, tentatif aja,” kata Jumaga.

Sementara itu, Protokol Presiden Yusuf dalam paparannya mengatakan, bahwa Presiden akan melakukan serangkaian kegiatan di tiga titik.

”Beliau ingin melihat progres pembangunan bendungan yang pembangunannya pada 2015 lalu. Tidak ada acara seremonial di sana,” kata Yusuf.

Demikian juga dengan kegiatan di Kecamatan Galang, presiden direncanakan menemui masyarakat dan menyerahkan KIS, KIP, dan KKS. Usai melakukan kegiatan di kecamatan, beliau rencananya akan mencoba kuliner di sekitar Pulau Rempang dan Galang.

Sorenya, Presiden dan rombongan direncanakan terbang ke Sibolga, Sumatera Utara untuk melanjutkan kunjungan kerjanya.

Dalam rapat koordinasi ini, hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif Fadillah, Wakapolda Kepri Brigjend Didi Haryono, Danrem 033/WP, Brigjen TNI Fachri, Kabinda Yulius Selvanus. Hadir juga Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan perwakilan BP Batam.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata, mengatakan kalau hasil rapat belum bisa disampaikan secara terbuka ke publik. Yang jelas, Presiden dipastikan bakal datang ke Batam untuk meninjau Waduk Sei Gong di Galang.

”Yang pasti datang tanggal 23 Maret. Agenda peninjauan Sungai Gong. Terus penyerahan beberapa kartu. Agendanya masih sama seperti jadwal kemarin,” jelasnya.

Yang berbeda, kehadiran Jokowi di Batam bukan dua hari, tapi hanya satu hari. Sebelumnya, Jokowi dijadwalkan stay 2 hari yakni tanggal 23 dan 24 Maret, kemungkinan diganti hanya tanggal 23 Maret saja. Agenda keliling mall di Batam, diperkirakan batal dilaksanakan.

”Jam 4 sore beliau balik. Langsung take off ke Sibolga. Untuk persiapan kedatangan, pemerintah kota siap menerima kunjungan Presiden. Kita siapkan apa yang dibutuhkan. Koordinatornya dari provinsi. Kita support saja,” paparnya.

Di tempat sama, usai rapat dengan pemerintahan di Kepri terkait rencana kedatangan Jokowi, Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andi Antono mengatakan saat ini pembangunan Dam Sei Gong sudah mencapai 35 persen.

Dimana, pengerjaan proyek bendungan tersebut sudah dimulai sejak 2015 dan ditargetkan pada 2018 sudah dapat dimanfaatkan.

Menurut Andi, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Wika TBK dengan nilai kontrak sebesar Rp 238 miliar.

Bendungan Sei Gong sendiri memiliki luas genangan 355,99 hektare dan memiliki potensi penyediaan air baku lebih kurang 400 liter/detik.

Dengan volume tampungan efektif lebih kurang 8,9 juta m3, dan total tampungan waduk lebih kurang 11,8 juta m3. Proyek tersebut sepenuhnya menjadi tanggung pemerintah pusat. Hanya saja dalam pengelolaannya nanti akan diserahkam kepada BP Batam.

”Kita hanya mengelola saja nanti, pembangunannya semua dari Kementerian PUPR,” katanya.

Ingin Pantau Investasi
Pengamat Ekonomi Kepri Rafki Rasyid mengamati rencana kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Batam karena ingin memantau secara langsung investasi dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri.

Karena menurutnya, ketika perekonomian Kota Batam mulai terpuruk maka, secara bersinambungan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten kota se-Kepri akan melemah.

”Itu sebabnya presiden memilih Batam, bukan Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” tegas Rafki kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (21/2) kemarin.

Rafki menyebutkan, rencana kedatangan Presiden karena sudah dipastikan dirinya memantau langsung pertumbuhan ekonomi dan investasi Kepri melalui media masa.

Hanya saja, walaupun sampai saat ini tidak diketahui kemana saja lokasi yang dipilih Presiden Jokowi berkunjung ke Batam pada Kamis (23/3) nanti, Rafki menyebutkan Presiden pasti memberikan penekanan kepada kepala daerah agar ekonomi bisnis di Kepri harus senantiasa bangkit.

”Beliau seperti memberikan semangat lah, untuk Kepri,” tambahnya.(MARTUA-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here