Prestise Sepak Bola Kepri Redup

0
229
PEMAIN U14 Tanjungpinang mengikuti kompetisi liga pramusim 2018 antarpelajar. Namun, pemain ini tak merasakan kompetisi Piala Soeratin 2018 dari Asprov PSSI Kepri. f-yendi/tanjungpinang pos
TAK sedikit insan sepak bola yang prihatin, ketika Asprov PSSI Kepri tak ikut di putaran nasional Piala Soeratin U17 dan U15, di musim ini. Kondisi ini menggambarkan prestise atau gengsi prestasi sepak bola Kepri redup di level nasional.

BINTAN – Hendro, pengamat sepak bola Kepri di Tanjungpinang mengatakan, kompetisi Piala Soeratin yang sejogianya dilaksanakan Asprov PSSI, adalah menggambarkan satu daerah telah melakukan pembinaan sepak bola di kelompok usia dini. Sebaliknya, jika tidak ada Piala Soeratin di tingkat provinsi, otomatis tidak ikut di putaran nasional, berarti itu menggambarkan Asprov tak memfasilitasi dalam pembinaan sepak bola.

”Di mata nasional, di Kepri tidak ada pembinaan usai dini, ketika tidak ikut serta di putaran nasional Piala Soeratin nanti. Meski tak ada sanksi jika tak ikut Piala Soeratin, tapi kan beban moral kita untuk memajukan sepak bola daerah,” kata Hendro, Kamis (3/1) kemarin.

Sementara, jelasnya, pembinaan dan prestasi sepak bola kelompok usia dini, pada masa sekarang, menjadi satu prestise (gengsi/wibawa) atau kebanggaan PSSI. Itu terlihat dari prestasi timnas Indonesia, khususnya tim U16, U19 dan U23. Justru itu, PSSI pusat menggelar Piala Soeratin U17 dan U15.

”Sekarang, daerah lain berlomba mengejar prestasi sepak bola di kelompok umur melalui Piala Soeratin. Asprov Kepri di bawah kepemimpinan seorang Pak Gubernur, prestisenya malah redup,” tuturnya.

Padahal, pada masa zaman kepemimpinan Ketua Umum Marzuki, Kepri ikut di Piala Soeratin putaran nasional. Musim 2017 lalu, tim U17 dan U15 PS Bintan yang mewakili Kepri. Kemudian, pembinaan klub oleh insan sepak bola di SSB dan PPLP Kepri dijalankan. Sementara, Asprov PSSI Kepri tidak menyelenggarakan kompetisi Piala Soeratin.

”Musim 2018 ini, jangankan ke putaran nasional. Putaran provinsi saja, tak digelar oleh Asprov,” sambungnya.

Aris Yulianto pelatih SSB Bintan Muda menyampaikan, saat Kepri turun di Piala Soeratin tahun 2017 lalu, tim yang turun atas nama PS Bintan, bukan Bintan Muda.

”Tapi, kami bangga, ketika anak-anak kami bermain di level nasional. Kalau sekarang, ya kita tahu bersama lah. Untuk di Asprov, ketika rapat dulu, saya sudah sampaikan turut digelar Piala Soeratin U13, U15 dan U17,” ungkap Aris Yulianto.

Sebelumnya, tanggal 21 Desember 2018 lalu, PSSI melayangkan surat nomor 5615/PGD/2039/XII/2018 ke seluruh Asprov. Surat yang ditandatangani Sekjen Ratu Tisha Destria itu tentang pelaksanaan Piala Soeratin U17 dan U15 putaran nasional.

Surat tersebut meminta agar Asprov segera menyampaikan laporan pelaksanaan Piala Soeratin U17 dan U15 di tingkat provinsi, selambat-lambatnya tanggal 27 Desember 2018. Bagi Asprov yang belum menyelesaikan pelaksanaan di tingkat provinsi, PSSI memberikan batas waktu sampai dengan tanggal 27 Desember 2017, serta melaporkan hasilnya selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 2018.

Dalam surat PSSI ini ditegaskan, putaran nasional Piala Soeratin U17 dan U15 akan dilaksanakan tanggal 27 Januari 2019 ini.

”Kami segera bahas dan dudukan tentang Piala Soeratin ini,” kata Maifrizon, Wakil Ketua Asprov PSSI Kepri. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here