Prioritaskan Pembangunan Sekolah

0
749

Gapensi Kepri Tolak Pembangunan Jembatan Layang

Rencana Pemprov Kepri membangun jalan layang (fly over) di simpang Ramayana untuk mengurai kemacetan ditolak Gapensi Kepri. Ketua Gapensi minta agar Gubernur memproritaskan pembangunan sekolah.

TANJUNGPINANG – Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Kepri, Andi Cori Patahuddin minta agar Gubernur Kepri H Nurdin Basirun membatalkan rencana pembangun jembatan layang (fly over) di simpang Ramayana Tanjungpinang 2018 mendatang.

”Kalau menggunakan dana APBN kita yes. Tapi, kalau mengunakan dana APBD Pemprov Kepri kita no. Kita tetap menolaknya sampai APBD dibawa ke Kementerian Dalam Negeri sebelum pengesahan,” kata Andi Cori Patahuddin, kemarin. Alasan Cori menolak rencana pembangunan jembatan layang karena tahun 2018 Ibu Kota belum juga jadi pembangunan prioritas yang harus dibangun oleh Pemprov.

”Prioritaskan pembangunan Pemprov di Ibu Kota. Sekolah SMPN dan SMA masih minim. Setiap tahun persoalan siswa tak tertampung saat penerimaan siswa baru,” tegasnya. Kata Mantan anggota DPRD Tanjungpinang ini, jumlah sekolah di Tanjungpinang untuk SDN saja baru ada 75 sekolah, SMPN 25 sekolah, SMA hanya 7 dan SMK hanya ada 5 sekolah dan tidak sebanding jumlah penduduk di Tanjungpinang.

Baca Juga :  KTP Siak Tak Berlaku Lagi

”Setiap tahun jumlah penduduk Tanjungpinang terus bertambah, pembangun sekolah oleh Pemprov Kepri tak bertambah,” tegasnya.
Kata dia, pembangunan sekolah di Ibu Kota sangat mendesak. Apalagi sekarang ini SMA sudah menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri, termasuk pembangunan sekolahnya.

”Saya tahu visi dan misi bang Nurdin (Gubernur Kepri, red), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak masuk dalam pembangunan jembatan layang di Tanjungpinang,” tegasnya. Menurutnya, bila Pemprov Kepri tetap ngotot dan menganggarkan pembangunan jembatan layang juga, ia berjanji akan berusaha menganggalkanya. Ia akan menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, memintanya agar Mendagri mau menolak usulan pembangunan jembatan layang di APBD 2018 mendatang.

Baca Juga :  Dewan Bahas 11 Ranperda Tahun Ini

”Kita lihat sekarang banyak proyek yang dibatalkan oleh Pemprov Kepri karena memang tak dananya,” tegasnya. Kata dia, membangun jembatan layang membutuhkan dana cukup besar. Bila Pemprov banyak dana tak masalah jembatan layang jadi proritas, tapi untuk saat ini belum bisa jadi prioritas.

”Saya lihat rencana pembangunan jembatan layang ada unsur politiknya. Pembangunan pantai Gurindam saja di Kota Tanjungpinang sekarang gagal dibangun,” tegasnya. Wakil Ketua DPRD Kepri, Huszniar Hood, menambahkan pembangunan jembatan layang ke Dompak sudah lama dibahas, saat Gubernurnya masih dijabat HM Sani (almarhum) ide itu sudah ada. Menurutnya kawasan Dompak harus dipercantik termasuk pembangunan stadion sepak bola bertaraf nasional.

”Karena kawasan Dompak terus dibangun dan jembatan layang adalah pendukungnya,” kata Husnizar Hood, anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Kota Tanjungpinang, singkat. Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Kepri, Rudi Chua. Ia mengatakan untuk pembangunan jembatan layang sekarang belum mendesak.

Baca Juga :  Pasar Kota Lama Semrawut

”Kalau ditanya pembangunan sekarang, saya sebut belum mendesak dibangun tahun 2018 mendatang,” tegasnya. Tapi, sambungnya, untuk penataan kota dan menghindari kecelakaan di kawasan Dompak mendatang, pembangunan jembatan layang sah-sah saja dibangun.

”Dulu DED-nya, pembangunan jembatan I Dompak satu paket dengan pembangunan jembatan layang diwacanakan kembali Pak Gubernur,” tegasnya. Sebelumnya, HM Nurdin Basirun mengajak Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, untuk mewujudkan pembangunan jembatan layang agar ibu kota ada ikon pariwisata baru. Gubernur juga membantah kalau komunikasi dengan Wako tak harmonis.(ABAS-RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here