Pro-Kontra Ex-Officio Memanas

0
121
Sejumlah pegawai BP Batam menandatanganai standuk petisi tolak ex-officio kepala BP Batam, Jumat (10/5). f-istmewa
Pro dan kontra ex-officio semakin menguat di Batam. Kondisi itu terlihat dari munculnya spanduk pro ex officio setelah sehari sebelumnya bertebaran spanduk penolakan dari pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam. Di sisi lain, pegawai BP Batam kembali bergerak, dengan mengumpulkan tandatangan di atas spanduk yang dipasang di lingkungan perkantoran BP Batam.

BATAM – Pemandangan spanduk-spanduk pro ex-officio terlihat dipinggir jalan dari simpang Masjid Agung, menuju bundaran BP Batam, Jumat (10/5). Spanduk-spanduk itu dipasang dekat dengan spanduk yang kontra atau menolak ex-officio.

Jika spanduk kontra ex officio bertuliskan ‘Save BP batam tolak ex officio, Batam back to basic’, Jangan rusak batam karena nafsu politik praktis dan lain, lain dengan yang kontra. Spanduk yang pro ex-officio bertuliskan, ‘kami mendukung penuh Walikota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Batam, lantik segera menuju Batam lebih maju dan lebih baik’.

Spanduk pro ex officio baru terpasang pagi hari itu. Tidak lama kemudian, pegawai BP Batam bereaksi. Mereka meningkatkan aksinya dengan menggalang tandatangan, untuk menolak ex officio. Penolakan ditandatangani di atas kain yang disediakan dengan bertuliskan, petisi menolak ex-officio.

Saat pegawai menandatangani petisi itu, petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP membantu berjaga-jaga. Diantaranya dipintu masuk kawasan BP. Mereka juga di lokasi spanduk yang terpasang di kawasan kantor BP.

Salah seorang pejabat BP Batam, Direktur Pemanfaatan Aset, Dendi Gustinandar mengatakan, pegawai menyampaikan aspirasi, dengan tertib. ”Pak Kepala BP Batam sudah mengingatkan, berpendapat dipersilakan, tapi jaga ketertiban,” ujar Dendi.

Diakui, selama ini pegawai BP Batam menyampaikan aspirasi melalui jalur formal. Namun dinilai tidak didengar pemerintah pusat. Sehingga untuk saat ini pegawai BP memilih jalur non formal, dengan aksi penggalangan tandatangan, menolak ex-officio.

”Lima bulan belakangan ini kami sampaikan harapan ke pusat. Tapi tidak direspon,” bebernya.

Aksi ini juga diakui sudah disampaikan ke pemerinta ke pusat, melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Sehingga diharapkan ada respon pemerintah pusat. ”Kami sampaikan ke pimpinan untuk rencana ini dan disampaikan ke pak Menko Darmin. Mudah-mudahan didengar,” harap Dendi.

Sementara Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady menilai, apa yang dilakukan para pegawai itu, tidak ada yang menunggangi. Dia sendiri mengetahui saat dirinya di Jakarta kemarin, Kamis (10/5), sebelum kembali ke Batam. Diakui, penolakan ex officio sebenarnya sudah dirasakan sejak dia masuk di lingkungan BP.

”Selama ini mereka (pegawai) melakukan dengan caranya menolak ex officio. Tapi puncaknya kemarin (pasang spanduk),” sebutnya..

Diharapkan, reaksi pegawai BP itu tidak usah ditanggapi berlebihan. Alasannya, karena pegawai BP hanya kegalauan atas nasib mereka. Dia juga meminta pegawai BP melakukan aksi dengan damai, terlebih selama bulan ramadan. Sementara dirinya, tetap pada fokus menyelesaikan tugas.

”Saya akan kembali ke Jakarta sesuai keputusan awal Dewan Kawasan. Saya sekarang sibuk menyelesaikan kerjaan,” imbuhnya. (MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here