Produk Olahan Siswa Ikut Bazar Kadin

0
240
BERBAGAI jenis produk olahan guru dan siswa SMAN 6 Senggarang-Tanjungpinang dipromosikan di Bazar Inovasi Olahan yang digelar Kadin Tanjungpinang di Lapangan Pamedan, pada, Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3) kemarin. f-istimewa

Program Kewirausahaan SMAN 6 Tanjungpinang

Produk olahan pertanian siswa SMAN 6 Senggarang, Tanjungpinang diikutkan dalam kegiatan Bazar Inovasi Olahan yang digelar Kadin Tanjungpinang di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3).

TANJUNGPINANG – KEPALA SMAN 6 Senggarang Tanjungpinang Daman Huri S.Pd, MM mengatakan, selain produk makanan ringan yang diolah siswa, ada juga produk olahan guru-guru sekolah itu yang dipamerkan dalam kegiatan bazar tersebut.

Untuk produk olahan siswa, mereka mengolah hasil sayuran organik yang ditanam di lingkungan sekolah itu menjadi makanan ringan yang sebagian sudah dikemas.

Di sekolah itu, kata Daman Huri, siswa dilatih membuat hasil produksi pertanian diolah menjadi makanan yang bisa diperjualbelikan. Termasuk jenis produk olahan yang dipamerkan di bazar Kadin tersebut.

Siswa dilatih bagaimana mengelola lahan yang sedikit, tapi hasilnya bisa maksimal dengan menanam sayur hidroponik. Hasil sayuran ini, bisa dikonsumsi, dijual atau diolah menjadi makanan ringan.

Dijelaskannya, tak hanya produk pertanian yang diolah menjadi makanan. Ada juga hasil laut dan peternakan yang diolah menjadi makanan.

Baca Juga :  Bantuan Air Bersih Belum Merata

Pelajaran pengolahan makanan ringan itu merupakan bagian dari kewirausahaan sesuai program nasional. Pengolahan makanan jadi ini menjadi pelajaran ekstrakurikuler siswa. Ada bagian pertanian, ada bagian pengolahan produk makanan.

Tahun 2018 lalu, sekolah ini mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pengembangkan program kewirausahaan tersebut.

Anggaran itu sebagai stimulus bagi sekolah. Sehingga tahun berikutnya, mereka sudah bisa mengembangkan sendiri usaha-usaha apa yang bisa dilakukan. Sejak bantuan itu diterima, kini mereka sudah bisa mandiri.

Bahkan, beberapa siswa sekolah itu sudah bisa mengembangkan sayuran hidroponik di lingkungan rumahnya. Ia berharap, berawal dari situ, bisa membantu tetangganya mengembangkan hal yang sama.

Daman Huri mengatakan, program kewirausahaan ini sebagai pemacu bagi siswa agar berjiwa entrepreneur (wirausaha). Kelak setelah lulus SMA, mereka bisa membuka usaha dan mengembangkan ilmu yang diperolehnya di sekolah.

Baca Juga :  125 Sekolah Terima BOS-Da Bintan

”Kewirausahaan ini salah satu persiapan bagi siswa agar keterampilan. Kalau misalnya tamat sekolah, tapi tak kuliah, mereka bisa membuka usaha. Itulah sasaran pemerintah dengan adanya kewirausahaan ini,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (9/3).

Salah satu manfaat yang diperoleh siswa dengan mengikuti bazar seperti itu adalah, memperkenalkan produk-produk olahan yang sudah bisa mereka produksi. Kemudian, sebagai ajang pembinaan mental bagi siswa. Dari bazar itu, mereka sudah berani berjualan dan melayani pembeli.

Dengan demikian, ke depannya tidak perlu sungkan lagi bagi siswa ini berjualan jika sudah membuka usaha sendiri. Seperti inilah yang diharapkan pemerintah, agar muncul wirausahawan muda ke depannya di Indonesia.

Sekolah ini pernah juga masuk 10 besar dalam program ‘Urban Farming’ BI Kepri yakni bercocok tanam di sekolah-sekolah.

Saat itu, mereka menanam cabai di sekolah itu. Tapi hanya 100 batang. Sedangkan sekolah lain ada yang menanam 300-400 batang. ”Waktu itu kita kalah jumlah. Terlalu sedikit cabai yang kita tanam. Hanya 100 batang. Tapi masuk 10 besar,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Pj Walikota Bakal Tempati Rumah Dinas

Saat ini, lahan di sekolah itu masih ada sekitar satu hektare. Sebagian sudah diolah untuk menanam beberapa jenis sayuran termasuk cabai. ”Kemarin-kemarin cabainya sudah panen,” ungkapnya seraya mengatakan, lahan itu dikelola siswa di bawah bimbingan guru.

Pengembangan kewirausahaan di SMA adalah bagian dari program pembentukan karakter yang terkait dengan pembentukan sikap dan perilaku siswa. Pengelola pendidikan diharapkan mampu menemukan strategi pengelolaan pendidikan yang lebih baik sehingga mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas baik akademik maupun non akademik.

Kualitas non akademik berkaitan dengan kemandirian untuk mampu bekerja di kantor atau membuka usaha/lapangan kerja sendiri. Dengan kata lain, lulusan SMA diharapkan memiliki karakter dan perilaku kewirausahaan yang tinggi.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here