Produk Pertanian Jambi Tekan Inflasi Batam

0
447
Wako Batam, HM Rudi didampingi Wawako Amsakar Achmad, saat penandatanganan MoU dengan Bupati Tanjung Jabung Barat, Jambi, Safrial, Senin (228) di gedung Pemko Batam.FOTO-HUMAS PEMKO

Sudah Ada Pelayaran Langsung Selama 14 Jam

BATAM – Pemerintah Kota Batam memperpanjang kerjasama dengan Pemkab Tanjung Jabung Barat, Jambi dan Kerinci, untuk memasok produk pertanian, dalam memenuhi kebutuhan Batam. Perpanjangan kerjasama ditandatangani dengan harapan, ke depan hasil produksi pertanian dari Tanjung Jabung Barat, dapat menekan inflasi di Batam.

Penandatanganan perpanjangan MoU dilakukan Wali Kota Batam, HM Rudi dengan Bupati Tanjung Jabung Barat, Safrial, Senin (22/7)? di Gedung Pemko Batam. Hadir juga pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan perwakilan dari pemerintah Kerinci. Baik Kerinci dan Tanjung Jabung Barat, merupakan penghasil produk pertanian dan Batam, sebagai konsumen yang akan mendapat hasil panen kedua daerah.

”Sehingga ke depan, kelancaran pengiriman dan transaksi jual beli produk pertanian, bisa berjalan lancar. Hasil produksi pertaniannya seperti beras, cabai, sayur-sayuran, buah-buahan,” kata Safrial.

Baca Juga :  15.823 Program Dibahas di Musrenbang

Diakui, untuk realisasi kerjasama itu ada kendala transportasi untuk mengangkut barang-barang itu. Tapi sekarang diakui sudah lebih cepat. Pelayaran sudah bisa ditempuh dalam waktu 14 jam.

”Enam bulan ini, pelayaran sudah ada yang langsung, dua kali seminggu. Perjalanan sekitar 14 jam dari Kuala Tungkal ke Batam. Jadi kalau sayuran, tidak busuk lah,” katanya.

Di mana, sebelumnya kapal roro yang langsung ke Batam, belum ada, karena harus singgah terlebih dulu di Dabo Singkep. Namun, kini diakui sudah ada perusahaan pelayaran yang melayani pelayaran dari Kuala Tungkal langsung ke Batam.

”Kemarin yang dibantu pemerintah, rutenya dari Tungkal-Dabo baru ke Batam. Sekarang ada perusahaan yang bantu cepat tanpa transit. Kalau transit, butuh waktu panjang, hasil pertaniannya bisa busuk di jalan,” ujar dia.

Baca Juga :  Rudi Minta Pemisahan Wilayah

Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan, MoU dengan Jambi (perpanjagan) merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu. Kadis terkait juga diminta segera menjalankan untuk memudahkan pasokan sembako dari Jambi untuk masuk Batam.

”Ini sesutu yang ditunggu-tunggu. Saya minta Kadis segera menjalankan, agar harga turun turun. Kalau tidak, inflasi akan naik dan merugikan. Nanti pelabuhan juga benahi. Jika perlu perlu kita buat pelabuhan khusus untuk roro sembako. Karena roro sudah dua kali seminggu dan dalam 14 jam sudah sampai di Batam,” harap Rudi.

Sebelumnya, Pemko Batam sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Tanjung Jabung Barat, tahun 2017. Kemudian tahun ini diperpanjang tahun ini. Batam mencanakan mendatangkan produk holtikultura dari Jambi, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di mana, Jambi dan Batam bekerjasama dalam mendatangkan bahan pokok dengan roro dari Jambi ke Batam.

Baca Juga :  Tren Investasi Baik, Walau Ada Covid-19

Setelah itu, kemudian produk holtikultura yang jalan dan dipasok dari Jambi ke Batam, lebih banyak untuk produk pertanian, berupa beras. Sementara sayur mayur, terkendala transportasi yang harus singgah lebih dulu ke Lingga.

”Keberadaan transportasi laut akan menentukan harga jual sejumlah komoditas di pasaran. Semakin tinggi biaya transportasinya, akan membuat harga komoditas yang dijual di pasaran juga tinggi. Sehingga ke depan, harga di Batam turun jauh. Seperti kentang di Jambi yang harganya sangat murah, namun di Batam cukup mahal,” kata Rudi.

Dengan cepatnya pasokan dari Jambi diharapkan harga sayuran jadi murah. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here