Program Moko Dievaluasi

0
695
Warga mengunjungi Moko TNM di Jalan Merdeka saat baru-baru diresmikan.F-andri/tanjungpinang pos

Program Tanjungpinang Night Market (TNM) di Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar gagal. Para pedagang yang dapat mobil toko (Moko) ternyata tidak mau berjualan karena sepinya pembeli.

TANJUNGPINANG – Pasar malam Tanjungpinang Night Market ini sudah buka dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, tiap harinya. Namun, pengunjungnya sepi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Riono mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mencari solusi untuk menghidupkan kembali perekonomian di Kota Lama

Salah satunya dengan program mobil toko di Tanjungpinang Night Market. ”TNM diresmikan karena Pemerintah Kota Tanjungpinang prihatin dengan kondisi kota lama yang sepi saat malam hari. Pasar malam ini dahulu pernah digagas masyarakat sekitar tahun 1898-an,” kata Riono, kemarin.

Mantan pejabat Pemprov Kepri ini, mengaku sudah mengumpulkan seluruh pemilik Moko di TNM, baru-baru ini untuk mengetahui dinamika yang terajdi sejak program itu dijalankan.

Baca Juga :  Pelayanan RSUD Dipantau Terus

Ternyata, Moko di TNM sudah pada kabur dari lokasi tersebut. ”Mereka mengaku sepi pengunjung atau tidak ada pembeli. Para pedagang Moko lebih memilih berjualan di titik-titik lain seperti di Jalan Pemuda,” sebutnya.

Dalam rapat tersebut juga diputuskan para pedagang bisa berjualan di siang hari di beberapa tempat alternatif. Seperti di pusat pemerintahan yaitu gedung 5 lantai dan Kantor Walikota Senggarang mulai pukul 08.00 WIB 15.00 WIB, sesuai hari kerja.

Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu mereka dipersilakan berjualan di objek-objek wisata. Misalnya, tempat wisata di Tanjung Siambang, Patung 1000, Vihara Senggarang, bahkan di Masjid Raya Dompak.

”Sebelum program ini jalan, saya harus berkoordinasi dulu dengan Pemprov dan pengelola objek wisata lainya,” kata Riono, kemarin.

Kata mantan Kadispora Provinsi Kepri ini, membeberkan kenapa para pedagang di NTM Jalan Merdeka dan sekitarnya, kabur dari lokasi tersebut, karena kendala yang dihadapi pedagang sepinya pengunjung di Kota Lama di sore hari hingga malam hari. Akibatnya, pendapatan para pedagang tidak mampu menutupi modal yang dikeluarkan, dan para pedagang sangat merugi.

Baca Juga :  Bright PLN Jamin Listrik di Pulau Bintan Aman

”Kalau dipaksakan juga mereka berjualan disana kasian juga,” tuturnya.

Di samping itu, kata Riono jumlah Moko yang tersedia masih sedikit dari perusahaan pemberi bantuan melalui dana CSR belum semuanya ada, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap volume pengunjung ke TNM.

Terkait hal tersebut tambah Riono, Pemko Tanjungpinang memberikan beberapa alternatif dan solusi, sala satunya boleh berjualan di pusat pemerintahan Tanjungpinang dan tempat wisata lainnya di Tanjungpinang. Solusi ini diberikan bertujuan untuk kemudahan para pedagang agar dapat membantu pergerakan ekonomi masyarakat.

Riono juga minta, para pedagang tidak boleh menjual barang dagangan yang sama dengan pedagang lain yang sudah berjualan terlebih dahulu di beberapa titik yang dijadikan alternatif tersebut. Sehingga pembeli juga dapat memilih beragam pilihan sesuai selera, dan tidak timbul pula perselisihan antar pedagang.

Baca Juga :  Beredar Telegram, Kapolres Tanjungpinang Berganti

”Kita minta, pada malam harinya para pedagang tetap berjualan di Kota Lama yang sudah ditetapkan sebagai TNM,” tegas Riono.

Sambung Riono, untuk menarik minat masyarakat, nantinya TNM bisa dilengkapi lampu hias berbentuk bunga atau bentuk lainnya yang dapat menarik wisatawan maupun masyarakat Tanjungpinang berbelanja di TNM.

Selain itu, juga akan mencoba menggandeng masyarakat yang berada di pelantar untuk berjualan di sana, pertunjukan seni maupun musik dapat dilaksanakan di Jalan Merdeka agar TNM semakin semarak dan tidak monoton. Ia juga berharap, stakeholder terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terlibat. (ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here