Program TNM Mubazir!

0
160
Warga saat menikmati menu makanan di Tanjungpinang Night Market di awal-awal di luncurkan program tersebut. f-fatih/tanjungpinang pos

Program Tanjungpinang Night Market (TNM) di Jalan Merdeka dan Teuku Umar mubazir. Satu persatu pedagang yang berjualan mengunakan mobil toko (Moko) mulai pindah ke lokasi lainnya.

TANJUNGPINANG – Para pedagang yang dapat mobil toko (Moko) ternyata tidak mau berjualan karena sepinya pembeli. Kalau tetap berjualan di lokasi tersebut, pedagang tidak bisa membayar cicilan kredit Moko di bank.

Pasar malam Tanjungpinang Night Market ini sudah buka dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, tiap harinya. Namun, pengunjungnya setiap hari tidak ada pengunjung, daripada rugi besar, mereka mencari lokasi alternatif. Niat Pemko melaksanakan program tersebut untuk menghidupkan kembali perekonomian di kawasan yang dulu padat dengan transkasi jual beli perlu dikaji lagi.

Para pedagang mengaku sepi pengunjung membuat pendapatan tidak mampu menutupi biaya operasional yang dikeluarkan, dan para pedagang sangat merugi. Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimi Betty Wilingsih menuturkan, perlu penataan di kawasan tersebut yang memancing daya tarik pengunjung.

Ia menilai perlu memperindah bangunan toko dengan mengcat warna-warni. Selain itu, menata kawasan tersebut di padukan dengan tempat wisata-wisata bangunan tua yang ada.

”Saya yakin jika sudah di creat sedemikian bagus, akan mengundang daya tarik. Pada pedagang di sana kembali hidup,’ tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini menuturkan TNM perlu kembali dievaluasi. Dituturkannya, kini ada sembilan Moko yang beroperasi di kawasan itu. Lima merupakah hibah dari Bank Riau Kepri. Dari rencana awal yang akan diberikan sekitar 20 unit. Sedangkan empat lainnya, Moko yang dikreditkan PT TMB selaku BUMD Kota Tanjungpinang.

”Saya tidak begitu hafal pasti jumlah Mokonya, tetapi ada hibah yang Pemko serahkan kepada pedagang untuk digunakan dan ada yang dari BUMD. Terkait data lengkapnya bersama Kabang Ekonomi,” paparnya.

Riono pun mengambil inisiatif untuk melakukan rapat bersama dengan pedagang Moko untuk melakukan evaluasi. Dari hasil rapat, Pemko memberikan beberapa alternatif dan solusi yang akan diterapkan dalam waktu dekat.

Untuk kemudahan para pedagang agar dapat membantu pergerakan ekonomi masyarakat diputuskan Moko boleh berjualan di siang hari dibeberapa tempat alternatif. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here