Progres Air Mancur Capai 65 Persen

0
228
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan tim Disperkim meninjau taman Kota Kijang, belum lama ini. f-istimewa

Bupati Ingin Pertahankan Sejarah Antam Kijang

BINTAN – TIM Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Bintan kembali meninjau, pengerjaan proyek air mancur dancing and water screen laser (menari dengan layar laser) di taman Kota Kijang. Pekerjaan sudah mencapai 65 persen.

Peninjauan lokasi proyek air mancur di taman Kota Kijang ini dilakukan oleh Kepala Dinas Perkim Herry Wahyu, dan Kepala Bidang Pemukiman Bayu Wicaksono. Di sela peninjauan, Herry Wahyu menerangkan, bangunan menara untuk proyektor sudah hampir rampung. Kemudian, pelampung untuk perlengkapan water screen laser air mancur yang dipasang di tengah kolam, sedang dirakit.

”Konsepnya, yaitu dengan pola air mancur floating. Kita evaluasi pekerjaan proyek senilai Rp 12 miliar, per tanggal 25. Evaluasi terakhir, progres sudah mencapai 65 persen. 25 September ini, kita hitung lagi progres pekerjaannya,” kata Herry Wahyu, Senin (17/9) kemarin.

”Akhir Desember 2018 ini, proyek sudah siap,” sambungnya.

Bayu Wicaksono menambahka, proses pekerjaan air mancur dan sarana pendukung lainnya sedang dalam tahap pemasangan. Dikatakannya juga bahwa untuk air pancur menggunakan metode apung yang secara model sudah diuji di laboratorium.

”Kita gunakan metode apung yang sudah teruji di laboratorium. Metode fix sangat tidak memungkinkan, karena kedalaman lumpur mencapai 20 meter dan kedalaman air 4 hingga 8 meter,” ujar Bayu.

Kerangka apung air mancur tersebut nantinya dibantu dengan jangkar yang dipasang. Sehingga kedudukan pondasi apungnya menjadi kuat. Untuk ketinggian air, ada batas maksimal, karena ada sistem saluran pembuangan air kolam, ketika debit air melimpah. Ketika air surut akibat kemarau, bangunan water screen akan dikencangkan dengan metode sling.

”Untuk mesin pompa air mancur kita menggunakan produk Taiwan. Namun perlengkapan lainnya, seperti kerangka apung tersebut murni buatan anak negeri,” ujarnya singkat.

Bupati Bintan H Apri Sujadi mengungkapkan, air mancur dancing and water screen laser di taman Kota Kijang ini menjadi ikon wisata baru, dengan konsep dancing and water screen laser. Konsep ornamen lainnya, akan mengedepankan konsep sejarah Kota Kijang. Pada tahun 1924, lokasi ini amat populer dengan nama ’Sungai Kolak’. Karena menurut sejarah, banyak ditemukan bunga kolak.

Selain itu, beberapa bangunan serta median jalan yang disiapkan bagi pejalan kaki, akan disediakan tiang-tiang dengan ornamen pucuk rebung. Ini merupakan khas arsitektur seni budaya Melayu.

”Analogi bentuk bunga kolak yang menjadi histori itu, akan ditampilkan ditengah kolam dalam bentuk air mancur dari sinar laser. Ini kita wujudkan, sebagai keinginan saya mempertahankan sejarah Antam di Kota Kijang,” jelas H Apri Sujadi.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here