Promosi Wisata di Mall TCC

0
396
Wakil Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi berbincang dengan Wakil Pimpinan Redaksi Tanjungpinang Pos, Zakmi Piliang saat berkunjung ke Kantor Tanjungpinang Pos. F-Suhardi/TANJUNGPINANG POS

Wawako Pekanbaru Kunjungi Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Wakil Walikota Pekanbaru, H Ayat Cahyadi beserta rombongan menyambangi Kantor Media Harian Tanjungpinang Pos, Kamis (25/4) sore di Komplek Pinlang Mas Batu 9.

Selain mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional 1 Sumatera, di Tanjungpinang, ia juga sekaligus bersilaturahmi dengan kru Tanjungpinang Pos sekaligus mempromosikan sektor pariwisata Pekanbaru melalui media ini.

H Ayat Cahyadi mengatakan, datang ke Tanjungpinang ini serasa di kampung sendiri. Apalagi, Pekanbaru dengan Tanjungpinang menurutnya kota kembar.

Kota yang sama-sama pernah jadi Ibu Kota Provinsi Riau sebelum Provinsi Kepri di mekarkan. Barulah tahun 1950-an Ibu Kota Provinsi Riau kembali dipindahkan dari Tanjungpinang ke Pekanbaru.

Kantor Gubernur Riau di Tanjungpinang dulu adalah Gedung Daerah Tepilaut. Gedung yang dibangun di zaman Belanda.

Apalagi, istrinya merupakan putri kelahiran Moro, Kabupaten Karimun. Sehingga H Ayat Cahyadi makin dekat dengan warga Kepri khususnya Tanjungpinang.

”Menurut saya Pekanbaru dan Tanjungpinang itu kembar. Jadi kalau ke sini seperti balik kampung. Bagi masyarakat Kepri, khususnya Tanjungpinang juga harusnya bisa berkunjung ke sana melihat objek wisatanya,” ucapnya.

Selain mengikuti Rakorwil Apeksi, ia juga akan membuka pameran pariwisata Pekanbaru yang dilaksanakan di Pelataran Mal Tanjungpinang City Centre (TCC) di Bundaran Dompak, Tanjungpinang, hari ini, Jumat (26/4) siang.

Ia pun mengajak masyarakat Pulau Bintan khususnya Kota Tanjungpinang untuk menghadiri acara tersebut. Di sana, masyarakat bisa melihat semua pesona wisata Pekanbaru yang kini berubah menjadi kota jasa, kota pariwisata dan kota industri.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pada hari ini di TCC Mall, diantaranya panggung seni, table talk meeting antara Asita Pekanbaru dan Tanjungpinang serta pameran pariwisata.

Dituturkannya, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Malaysia untuk membangun lokasi wisata Sungai Siak di Pekanbaru. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pihak Malaysia.

Meski demikian, ia menilai tidak elok rasanya jika tak memperkenalkan ke daerah tetangga.

Tentu bukan wisata alam saja yang menjadi unggulan di Pekanaru. Menurutnya, ada beberapa objek wisata yang dibuat sangat bagus dan cocok dinikmati pendatang.

Rombongan juga dihadiri Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, H Azwan, Sekretaris Disbudpar Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra didampingi Kabid Promosi, Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dispar Pekanbaru, Moh Genta dan Kasi Promosi, Hj Efrina serta Ketua DPD ASITA Riau, Dede Firmansyah.

Dituturkannya, Pekanbaru memiliki berbagai objek wisata yang bahkan menjadi satu-satunya di Indonesia yaitu wisata Dakwah Okura berlokasi di Desa Okura, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Mengusung konsep wisata syariah yang mengangkat kebiasaan yang disunnahkan Rasulullah SAW yakni berkuda, memanah dan berenang.

H Ayat Cahyadi menuturkan, untuk berkuda menyediakan beragam jenis wisata seperti Endurance, Show Jumping dan berkuda biasa.

”Biasanya event tersebut dilaksanakan dua kali satu tahun. Yaitu Juni dan Oktober mendatang sempena HUT Pekanbaru,” ucapnya.

Selain itu, ia menuturkan, kini yang sedang dikembangkan heritage walk di kawasan Kota Tua Pekanbaru. Serta mereka juga mengembangkan pariwisata lainnya.

Ardiansyah Eka Putra menambahkan, saat ini juga sedang mengembangkan pariwisata halal, bukan hanya religi. Di sini, pihaknya akan memastikan bahwa semua lokasi wisata, tempat beristirahat serta makan dan minumnya halal.

”Ini bukan berarti hanya untuk beragama Islam, terbuka untuk semua. Kami akan memberikan panduan bagaimana menerima pelayanan yang baik dan halal juga. Jadi suatu kepastian kepada pengunjung,” ucapnya.

Dituturkannya, pengunjung tidak perlu khawatir saat datang ke Pekanbaru. Tersedia transportasi darat yang nyaman yaitu bis serta penginapan hingga bintang lima dengan total hunian sekitar 11 ribu unit.

H Azwan menambahkan, Kota Pekanbaru terdiri dari berbagai multi etnik, hidup berdampingan dengan aman.

Bila warga datang berkunjung, tidak perlu khawatir sebab sangat aman, ini menjadi salah satu alasan banyak investor melirik Kota Pekanbaru.

Selain pariwisata, yang berkembang di sana yaitu sektor industri. Disinggung mengenai PAD dari pariwisata, H Ayat menyebutkan Rp145 miliar dengan total APBD senilai Rp2,5 triliun. Meski demikian, total PAD mereka skeitar Rp700 miliar.

Sekretaris Disbudpar Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra menambahkan, Pekanbaru juga masuk tiga besar pariwisata halal sama seperti Kepri yang diterima pekan lalu.

Penghargaan ini juga atas jasa pihak ASITA Pekanbaru. Kini, banyak lokasi berkuda di Pekanbaru. Ini menjadi lokasi unik yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia termasuk di Kepri.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here