Promosikan Penaga Bintan Bay ke Hongkong

0
464
JUMPA PENGUSAHA: Wakil Bupati Bintan H Dalmasri bersilaturahmi dan jumpa pengusaha di kawasan FTZ Bintan, didampingi Wakil Ketua BP Kawasan FTZ Bintan HM Saleh Umar, pada acara sarasehan investor di Lagoi, Selasa (31/10). F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BP Bintan Gelar Sarasehan dengan Investor di Kawasan FTZ

BINTAN – BADAN Pengusahaan (BP) Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan telah membuka kawasan investasi baru, untuk menarik investor pariwisata dari luar negeri. Kawasan seluas 200 hektare ini bakal diberi nama Penaga Bintan Bay. Pemkab Bintan akan mempromosikan kawasan Penaga Bintan Bay ini ke Hongkong, dalam waktu dekat.

Sebelum dipromosikan ke Hongkong, kawasan investasi baru Penaga Bintan Bay ini dipromosikan kepada puluhan pengusaha, yang mengikuti sarasehan atau temu ramah investor di kawasan FTZ Kabupaten Bintan, Selasa (31/10) kemarin. Kegiatan sarasehan temu ramah investor yang dilaksanakan oleh BP Kawasan FTZ Bintan ini, dibuka oleh Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, di Aula Hotel Nirwana Gardens Lagoi.

Dalam sambutannya, Wabup Bintan H Dalmasri Syam memaparkan, BP Kawasan FTZ Bintan terus melakukan ekspansi terhadap pengembangan investasi daerah. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat, dalam memajukan investasi daerah. Terutama di wilayah strategis nasional. Satu daerah strategis nasional itu, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Karena, potensi pariwisata Bintan sangat besar.

Kebijakan itu pula, lanjut Dalmasri Syam, yang membikin Pemkab Bintan bersama BP Kawasan FTZ Bintan, terus memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan investasi. Selain itu, BP Kawasan FTZ Bintan dan Pemkab Bintan juga membuka kawasan investasi baru.

”Penaga Bintan Bay namanya. Fasilitas sudah mulai kita siapkan. Tinggalkan dipromosikan ke luar negeri, agar ada investor yang menanamkan investasi. Dalam waktu dekat, kita promosikan ke Hongkong,” ujar Dalmasri Syam.

Selain itu, lanjut Dalmasri, Pemkab Bintan terus mempertahankan investasi yang ada. Bicara investasi Bintan, untuk kawasan Lobam terjadi penurunan yang signifikan dibandingkan sebelum reformasi. Jika sebelum reformasi ada 30 perusahaan dengan 25 ribu tenaga kerja, saat ini justru tinggal sekitar 10 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sekitar 5 ribuan orang.

”Ini lah tugas kita dalam kegiatan sarasehan yang dilaksanakan BP Kawasan FTZ Bintan ini, untuk memberikan informasi dan pelayanan yang mudah bagi investor,” kata Dalmasri.

Menurut Dalmasri, kemudahan untuk memberikan pelayanan investasi yang disampaikan Presiden RI Jokowi itu sudah tepat. Hanya saja, implementasi di ‘bawah’ yang bermasalah.

Dalmasri berharap, di instansi vertikal jangan menjalankan aturan masing-masing yang menyulitkan investasi. Tapi, harus satukan persepsi, untuk memberikan kemudahan kepada investor.

”Nah, kalau ada investor yang mau masuk, jangan dibelasah dengan aturan ini dan itu. Tapi beri kemudahan, agar investasi itu jadi menanamkan modal di daerah kita,” ujar Dalmasri Syam.

Wakil Ketua BP Kawasan FTZ Bintan HM Saleh Umar membenarkan, pihaknya sudah menyediakan kawasan investasi baru, di daerah Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. Di kawasan itu sudah dibangun jalan dua jalur, dan tahap pengaspalan. Tujuannya untuk memudahkan investasi masuk ke daerah 200 hektare tersebut. Di kawasan investasi baru ini, dikhususkan investasi pariwisata yang bernuansa Melayu.

”Pembangunan jalan ini bersumber dari APBN, sama dengan pembangunan jalan di kawasan FTZ Galang Batang. Jalan sudah ada, listrik pun sudah oke. Lahan untuk investasi baru ini sudah dibebaskan. Tinggal kita promosikan ke Hongkong. Baru-baru ini, kita juga mempromosikan di Singapura,” jelasnya.

”Potensi wisata di kawasan investasi baru ini wisata mangrove (bakau), kunang-kunang dan panorama pantai,” sambung HM Saleh Umar.

Sedangkan kegiatan sarasehan temu ramah investor di kawasan FTZ ini bertujuan, untuk menampung aspirasi atau keluhan para pengusaha dari semua bidang. Justru itu, BP Kawasan FTZ Bintan mendatangkan Bea Cukai, Imigrasi, PLN, Apindo, pengelola kawasan BRC Lagoi dan industri Lobam, OPD di lingkungan Pemkab Bintan dan instansi terkait lainnya.

”Curahan hati pengusaha, akan kita carikan solusinya. Kegiatan ini juga silaturahmi antarpengusaha,” tambah HM Saleh Umar yang turut dibenarkan anggota BP Kawasan FTZ Bintan lainnya, Radief Anandra.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here