Promosinya Lewat Online, Banyak Pesanan dari LuarDaerah

0
375
Gerai Tanjak Rumahitam di Sungaiharapan, Sekupang. f-istimewa

Rumahitam Produksi Tanjak

Batam – Komunitas seni rumahitam Batam memulai program baru di tahun 2018. Program ini disejalankan dengan agenda rutin bulanan, panggung rumahitam batam berpuisi (rbb) yang bulan janiari ini telah genap berjalan selama satu tahun. Produksi tanjak, mengemas program donasi seni, demikian program yang digagas langsung oleg presiden republik rbb, tarmizi rumahitam.

Perdana Menteri (PM) republik rbb, Sudirman El Batamy menyebutkan, rumahitam sebagai satu lembaga seni nirlaba yang telah berdiri sejak tahun 2000, senantiasa punya tanggungjawab membangun aktifitas berkesenian, sebagai ikhtiar menjaga, mengembangkan dan melestarikan khazanah seni dan budaya bangsa. ”Presiden rbb, tuan Tarmizi Rumahitam akhir Desember lalu mengajak kita menggelar rapat kabinet republik rbb. Beliau menyampaikan program produksi tanjak, sebagai usaha mengemas donasi seni, yang akan digunakan mendukung program kegiatan berkeseniana. Menrima dan memberi, demikian intinya,’’ kata PM Republik rbb, tuan Sudirman El Batamy (SAB) kepada Tanjungpinang Pos di istana republik rbb, lamankata rumahitam, kemarin.

Menurut PM republik rbb itu, salah satu unit usaha rumahitam selama ini adalah UD Sutan Raja Karya rumahitam, sebelumnya fokus memproduksi aneka kerajinan kayu, bambu dan batu akik. Sejauh ini tiga kerajinan itu masih tetap berproduksi, dan ditambahlah dengan produksi tanjak.

Tanjak sebagai salah satu item busana melayu sebagai mahkota, yang diproduksi di rumahitam, dijadikan cindera mata terpakai, bagi siapa saja yang memberikan donasi untuk kelangsungan aktifitas berkesenian di rumahitam. Setiap donatur yang memberikan donasi dengan nilai Rp150 ribu, republik rbb memberikan kenang-kenangan berupa tanjak.

”Intinya, dalam berkesenian, kita berusaha mendapatkan dukungan dengan cara-cara yang elegan. Ketika kita diberi, kita juga balek memberi. Inilah yang menjadi fokus dari program produksi tanjak yang coba kita galang. Hal ini sejalan dengan semangat kita agar masyarakat Batam dan Kepri umumnya, mulai membiasaka diri memakai tanjak dalam aktifitas sehari-hari,’’ sebut SAB.

Ditambahkan, untuk menyukseskan program donasi seni ini, UD Sultan Raja Karya rumahitam lebih fokus memproduksi tanjak yang bisa dipakai harian, mengkombinasikan songket dan kain dasar, sehingga kesannya tidak formal. Tapi tanjak tersebut juga tetap bisa dipakai dengan pakaian Melayu formal.

Sejauh ini sebut SAB, program tajak donasi seni ini sudah mulai mendapat respon dari sejumlah tokoh dan pengusaha. Setidaknya, dalam hitungan hari program ini dipublis melalui media sosial, puluhan tanjak telah diserahkan kepada donatur. Tidak hanya dapat sambutan di Batam, tapi juga dari sejumlah kerabat di Singapura, Malaysia, Riau bahkan Banjarmasin.

”Untuk donasi dari provinsi dan kota di luar Batam, tanjak kita paketkan. Sedangkan para kerabat kita dari Malaysia dan Singapura, bisanya menghubungi kita lewat facebook, menyebutkan jadwal kunjungan mereka ke Batam, saat merka berkunjung itu kita serahkan,’’ pungkas PM republik rbb itu. (asr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here