Proses Hibah TPA Terkendala Luas Lahan

0
621
TPA Punggur: Wali Kota Batam Rudi SE saat meninjau kondisi TPA punggur beberapa waktu lalu. f-domukmen/tanjungpianng pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan pinjam pakai aset menjadi solusi tercepat jika Pemko Batam memanfaatkan aset yang akan dihibahkan. Jika menunggu hibah dari Menteri Keuangan, dinilai butuh waktu lebih lama. Namun, Pemko Batam terlihat masih enggan pinjam pakai mereka ingin agar BP menghibahkan aset tersebut

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam, Abdul Malik, Senin (24/7), mereka tetap pada upaya hibah. ”Aset yang kita ajukan ke BP Batam, 45 persil (bangunan dan tanah). Itu kita tunggu hibah. Tapi kok yang diproses di BP, baru TPA Punggur, Masjid Raya Batam, Masjid Baiturahman, Pasak Induk Jodoh, tanah dan perkantoran Gedung Pemko sekaligus Engku Putri,” bebernya.

Baca Juga :  FTZ atau KEK, Semua Mesti Terima

Menurutnya, prosesnya tidak terlalu sulit, sehingga diharapkan prosesnya tidak lama, seperti yang dikhawatirkan BP Batam. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi, sehingga belum tuntas, walau Menkeu sudah disurati BP Batam, terkait dengan luas lahan. ”Ada lima aset yang diukur ulang. Data kita dan BP Batam belum sepakat. Seperti luas lahan pasar induk,” bebernya.

Luas diakui belum disepakati, karena sebagian sudah diperuntukkan BP Batam ke pihak ketiga. Dari luas lahan 2,4 hektar yang diminta Pemko Batam, yang disetujui BP Batam, hanya 1,5 hektar ditambah 5 ribu meter persegi. Sementara yang lainnya sudah dialokasikan ke pihak ke-3. ”Di belakang Pasar Induk, sudah dialokasikan ke pihak ketiga untuk ruko mini,” katanya.

Baca Juga :  Didorong Penguatan Otonomi Batam

Di sisi lain, Menkeu mengatakan siap menyerahkan ke Pemko Batam. Hanya saja, digariskan jika persetujuan Menkeu dikeluarkan, jika Pemko dan BP Batam sudah sepakat. ”Kami sudah koordinasi ke Kemenkeu. Kalau kedua pihak sudah sepakat, tidak ada kendala,” imbuh Malik.

Di pihak lain, Deputi Bidang Pengusahaan dan Sarana Lainnya, Purba Robert M Sianipar menyarankan, agar Pemko Batam meminjam pakai dulu aset BP Batam, sebelum keluar keputusan hibah dari Menkeu. ”Kalau merasa perlu menggunakan, kita sudah membantu. Memberikan surat pinjam pakai sampai keluar keputusan menteri. Kenapa harus menunggu hibah kalau bisa mulai dimanfaatkan,” kata Robert. Menurutnya jika disetujui, butuh waktu satu sampai dua tahun, sebelum hibah barang milik negara. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here