Proses Open Bidding Terkesan Ditutupi

0
312

DOMPAK – Minggu (22/4) kemarin proses lelang jabatan atau open bidding jabatan Eselon II Pemprov Kepri merupakan hari terakhir test. Ada 25 peserta yang mengikuti proses pembuatan makalah sampai tes wawancara hingga Minggu siang itu. Namun, Dadang AG mengundurkan diri.

Ironisnya, proses tersebut seakan ditutupi panitia seleksi (Pansel) yang ditunjuk Pemprov Kepri. Sejak Jumat hingga Minggu, Ketua Pansel Prof HM Burhan Bungin kerap menghindar saat akan diwawancarai wartawan terkait proses tahapan pelaksaan seleksi enam jabatan Kadis Pemprov Kepri tersebut. Tes wawancara di lantai 3 ruang rapat Sekdaprov Kepri.

Hal ini pun menimbulkan persepsi negatif, dari Ketua Komisi I DPRD Kepri Abdul Rahman Lc yang menyayangkan sikap ketua pansel tersebut. Seharusnya, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi dengan proses seleksi ini. ”Harusnya terbuka saja, tak perlu ditutup-tutupi proses ini. Supaya masyarakat tahu,” ujarnya.

Kecuali, kata dia, persoalan yang menyangkut hal teknis seperti penilaian dan hal penting lainnya. Namun, jika hanya sebatas tahapan seleksi tidak perlu sampai ditutup-tutupi.

Sejak pagi, wartawan sudah menunggu di depan kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber daya Manusia kantor Gubernur Kepri Dompak. Hingga siang para peserta seleksi yang mengikuti proses wawancara dengan tim Pansel berjalan lancar.

Ketika akan diminta keterangan, Ketua Pansel Burhan Bungin seakan menutupi proses tahapan pelaksanaan seleksi tersebut dan ia terkesan menutup-nutupinya. Misalnya pada Jumat (20/4) saat tahapan seleksi pembuatan makalah. Burhan yang waktu itu ditemui memilih bungkam saat dimintai komentar.

Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh guru besar Universitas 17 Agustus, Surabaya itu saat selesai melakukan tahapan seleksi persentasi dan wawancara pada Minggu (22/4).

Ia kembali mengelak saat dimintai tanggapannya terkait dengan proses seleksi tersebut. ”No Comment,” ujarnya sambil bergegas menuju lift.

Sebagai informasi bahwa pengumuman tiga nama akan diumumkan 30 April mendatang. Setelah nama tersebut diumumkan tim Pansel, belum tentu pejabat yang memperoleh nilai tertinggi menduduki jabatan tersebut.

Keputusan akhir masih dipertimbangkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Hal ini sudah dialami salah satu pejabat tahun lalu. Meski nilainya tertinggi, tetap juga tidak diangkat jadi kepala dinas. Jadi, apa gunanya open bidding ini? (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here