Proyek BTT Hampir Rampung

0
136
TERLIHAT foto Pegola Batu Tumpak Tiga yang sedang dibangun lanjutan pembangunannya dan segera rampung akhir tahun ini. F-ISTIMEWA

Masykur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) optimis, untuk proyek pembangunan lanjutan ikon wisata Batu Tompak Tiga (BTT) rampung pada akhir tahun 2018.

ANAMBAS – Bahkan direncanakan, usai pembangunan lanjutan Batu Tompak Tiga akan dibuka untuk umum.

”Insya Allah, dari progres yang kita lihat pembanguannya akan rampung akhir tahun,” ungkap Masykur, saat monitoring di pembangunan BTT, Selasa (23/10).

Menurut dia, pembangunan yang dilakukan pada tahun 2018 merupakan lanjutan dari sebelumnya telah dibangun Pargola pada tahun 2017 silam.

”Untuk tahap dua ini menelan anggaran sebesar Rp900 juta. Anggaran itu, untuk dibangun lahan parkir, akses jalan, pendestrian dan lainnya,” urainya.

Lanjutnya, dilokasi wisata Batu Tompak Tige akan dibangun panggung seni yang akan menjadi tempat dipentaskannya kesenian.

Selain itu, juga ada akses jalan menuju ke atas serta stan-stan kuliner dan lainnya.

”Dilokasi itu juga, rencananya akan dipasang jaring dan menjadi kolam ikan. Sehingga, pengunjung dapat melihat langsung ikan yang berenang secara alami,” paparnya.

Masykur menambahkan, direncanakan selesai pembanguan di tahun 2018 maka aktivitas ikon wisata Batu Tompak Tige akan dibuka untuk masyarakat.

”Kalau tidak ada halangan, selesai pembangunanya ikon wisata Batu Tompak Tige akan dapat dibuka untuk umum,” tegas dia.

Sejatinya, kata Masykur, kendati telah dibuka kelak namun pembangunan ikon wisata batu Tompak Tige direncanakan akan tetap dilanjutkan pada tahun

”Finisingnya tahun 2019 nanti, dan dilokasi akan diberi wifi lalu akan ada air mancur, lampu laser yang akan dapat memperindah Batu Tompak Tige,” katanya.

Pada Agustus lalu, Masykur menjelaskan, pembangunannya sempat terhenti akibat anggarannya tidak tersedia pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2018.

Namun, di APBD Perubahan dianggarkan untuk melanjutkan pembangunan dengan besaran Rp923 juta lebih.

”Tahun kemarin 2017 belum dibangun akses jalan menuju Gola Batu Tumpak Tiga itu, dan tentu sulit bagi warga untuk mencapai ke lokasi dalam menikmati aktivitas di atas gola itu.

Olehnya kita lanjutkan pembangunannya,” ungkap Masykur selaku Kadisparbud, Selasa (28/8).

Gola Batu Tumpak Tiga merupakan destinasi wisata, hal ini harus dimaksimalkan proses pembangunannya seperti sarana dan prasana yang akan tersedia di lokasi seperti lampu hias atau lampu penerangan ketika malam seperti tangganya, tempat parkir dan bahkan ada lampu sorot juga.

Masykur mengakui, pembangunan sarana dan prasarana pendukung Batu Tumpak Tiga memiliki volume yang besar dibandingkan pembangunan Gazebo. Sehingga, pembangunan sarana dan prasarana butuh biaya lebih besar.

”Memang pembangunan Pergola hanya Rp600 juta. Tetapi pembangunan lanjutan ini volumenya lebih besar, sehingga butuh biaya sedikit besar dan memang pembangunan Batu Tumpak Tiga ini dilakukan bertahap sejak tahun 2017 lalu. Kita hanya berupaya destinasi ini benar-benar menarik pesona bagi wisatawan, kemudian posisinya juga berada di Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas persis di ujung Jalan Selayang Pandang,” jelasnya.

Masykur juga menyinggung, selain ada Batu Tompak Tiga kegunaan gazebo yakni tempat untuk bersantai dengan pemandangan langsung menuju ke laut. Namun sayang, pada peningkatan sarana tersebut melupakan pembangunan toilet.

”Kami sudah lihat, memang pemandangan yang langsung ke laut sangat indah dari gazebo yang sudah terbangun. Untuk sarana dan prasarana ini memang lebih mengutamakan sarana penunjan, untuk melengkapi destinasi wisata,” jelasnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here