Proyek Jalan Desa Andalkan DAK

0
356
AKSES Jalan Desa Rewak menuju Kusik di Kecamatan Jemaja Anambas yang akan dilanjutkan pembangunannya. F-Indra Gunawan/TANJUNGPINANG POS

Anggaran pembangunan untuk lanjutan akses jalan Desa Rewak menuju Kusik Kecamatan Jemaja, diprediksi butuh anggaran sekitar Rp12 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

ANAMBAS – Selain itu, pembangunan akses Jalan Pasiran Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja juga dianggarkan sekitar Rp31 miliar. Kedua proyek tersebut dikerjakan, menggunakan APBN tahun 2019 mendatang.

Diketahui, jalan lingkar menuju Bandara Letung yang semulanya berharap dan pernah dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) belum pasti dianggarkan.

”Proyek yang menjadi prioritas yang menggunakan APBN tahun 2019 di Kecamatan Jemaja ada dua proyek, yakni akses jalan Lanjutan Desa Rewak menuju Kusik Kecamatan Jemaja. Selain itu, akses jalan Pasiran Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur,” Kata Isahendra, selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR Anambas ketika ditemui di gedung DPRD, Senin (26/11).

Sedangkan, proyek jalan lingkar menuju Bandara Letung yang mengelilingi pantai Padang Melang Kecamatan Jemaja belum pasti dianggarkan oleh Provinsi Kepri.

Ia menjelaskan, untuk meloloskan proyek itu tidak mudah dan ia juga berharap kepada seluruh masyarakat khususnya pemilik lahan yang terkena berdampak nantinya agar ikut mendukung dalam hibah lahannya. Sebab, jika ada kendala soal lahan maka akan memperlambat proses pembangunannya.

”Saya yakin masyarakat disana sangat mendukungnya. Sejauh ini belum ada kendala apapun. Tentu koordinasi dan komunikasi yang baik semua pihak dapat terjalin dengan baik,” sebut dia.

Ia menambahkan, kemarin ada juga wacana Pemerintah Provinsi Kepri untuk membangun akses jalan Teluk Kaut Desa Batu Berapit.

Tapi hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah dianggarkan atau tidak di APBD Tahun 2019 tingkat Provinsi Kepri dan itu akan dilakukan lagi koordinasi dengan baik.

”Soal lahan di Teluk Kaut masyarakatnya sudah menyetujui semua, bahkan ada tanda tangan yang disaksikan oleh perangkat desa setempat. Hanya menunggu realisasi anggaran untuk pembangunan jalan itu,” ucap Isa.

Di lain pihak Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Amat Yani mengatakan, pihaknya juga berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas agar dapat menganggarkan pembangunan akses Jalan Desa Sunggak menuju Desa Impol.

Diketahui, Detailed Engineering Design (DED) nya telah dibuat dan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp10 miliar.

”Akses Jalan Desa Sunggak menuju Desa Impol Kecamatan Jemaja itu, butuh anggaran Rp10 miliar. Bahkan untuk DED-nya sudah ada,” sebut dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyepakati untuk membantu pembangunan akses jalan pelantar beton Selayang Pandang (SP) di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan dengan anggaran sharing.

”Berdasarkan kesepakatan bersama Pemda Anambas bersama Pemprov Kepri, maka pembangunan pelantar beton Selayang Pandang dibangun menggunakan anggaran sharing 50:50.

Sementara, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp77 miliar,” Kata Khairul Anwar, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Anambas, kemarin.

Menurutnya, program itu menjadi prioritas bagi Pemda Anambas dan hal itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai penghubung antar desa.

Pihaknya juga telah mengusulkan lanjutan akses jalan, dari Desa Rewak menuju Dusun Kusik Kecamatan Jemaja.

Proyek jalan itu, dilaksanakan dengan menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan menjadi prioritas.

”Kita akan bangun bertahap selama 3 tahun, dan perubahan perencanaan terkait lebar jalan. Semulanya diajukan 10 meter, kini diajukan menjadi 6 meter untuk pelantar beton Selayang Pandang (SP) itu. Lanjutan pembangunan akses jalan Rewak juga menjadi prioritas,” jelas dia.

Khairul menambahkan, pihaknya juga berharap kepada DPRD ikut mendukung usulan akses jalan alternatif. Dari Kelurahan Tarempa menuju Antang yang bernama Jalan Abdul Wahab di APBD Tahun 2019.

”Bisa dilihat sendiri, tiang-tiang beton yang ada saat ini sudah banyak yang rapuh dan di yakini tidak layak lagi untuk dilintasi muatan yang berat seperti lori, pikap atau mobil,” sebut dia.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here