Proyek Mubazir!

0
191
Pelabuhan penumpang di Dompak sudah rusak parah meski belum beroperasi. F-dok/tanjungpinang pos

Banyak proyek yang dibangun dari dana APBN dan APBD yang mubazir di Tanjungpinang. Pengerjaannya menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Ada yang tak kunjung selesai dan ada juga yang tidak difungsikan meski sudah rampung.

TANJUNGPINANG – Bangunan yang bersumber dana APBN yang mubazir atau mangkrak di antaranya pelabuhan kontainer Tanjungmoco, pelabuhan domestik dan internasional Dompak. Pelabuhan Dompak yang diharapkan menjadi magnet arus lalu lintas orang dan barang, kini kondisinya mulai rusak. Pelabuhan Dompak contohnya, yang dibangun tahun 2010 dan menghabiskan APBN Rp 121 miliar itu, sudah banyak yang rusak. Padahal, keberadaan pelabuhan ini dirancang agar Ibukota provinsi Kepri tampak lebih elegan dan menjadi lokasi pertumbuhan ekonomi baru.

Begitu juga dengan Pelabuhan Tanjungmoco yang menghabiskan dana Rp117 miliar dari APBN tahun anggaran 2010 hingga 2015. Selain itu, ada rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang di Senggarang yang juga mangkrak. Belum lagi rumah dinas wali kota dan wakil walikota. Ada lagi gedung PGRI Tanjungpinang dan gedung perkantoran lima lantai yang sampai saat ini belum ditempati.

Enam proyek multiyears Pemko Tanjungpinang melalui Perda nomor 1 tahun 2010 dengan total anggaran Rp192 miliar dari APBD Kota Tanjungpinang tahun 2010-2012.

Tahun 2015 lalu, Pemko menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk rumah dinas walikota. Tahun 2017 lalu, kembali dianggarkan Rp 1,9 miliar untuk untuk pembuatan pagar di rumah dinas tersebut. Tapi, hingga masa jabatan Wal Kota dan wakilnya H Lis Darmansyah-H Syahrul berakhir, rumah dinas tersebut belum juga ditempati.

Telantarnya sejumlah proyek di ibukota Kepri ini sangat disayangkan oleh Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka. Menurutnya, rumah dinas yang sudah dibangun dari zaman Suryatati A Manan sebagai Walikota Tanjungpinang hingga dua periode, harusnya sudah ditempati, tapi malah terbengkalai.
Akibatnya, rumah dinas tersebut menjadi rusak.

Mestinya, masa kepemimpinan Lis-Syahrul rumah dinas tersebut dimanfaatkan. ”Mestinya dari dulu sudah bisa ditempati,” kata Endry Sanopaka, baru-baru ini.

Sambung dia, kalau rumah dinas ditempati, maka akan lebih efektif tidak anggaran, tak ada lagi uang tunjangan untuk rumah dinas dikeluarkan oleh pemerintah buat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang termasuk uang tunjangan dewan.

Selama ini, bisa jadi pemerintah masih mengeluarkan uang tunjangan rumah untuk kepala daerah. Harapan dia, rumah dinas Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, segera difungsikan di tahun 2018 ini. Begitu juga pembangunan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan. Kalau pelabuhan diaktifkan atau difungsikan, dampak ekonominya langsung dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, mengatakan proyek yang telah menelan biaya ratusan miliar rupiah itu seharusnya cepat difungsikan, agar membentuk simpul perekonomian baru di sekitarnya. ”Yang kedua agar uang negara yang sudah dipakai tidak sia-sia dan bermanfaat bagi masyarakat dan serta bagi pemerintah dalam menjalankan fungsinya,” sebutnya.

Dia juga minta agar bangun tersebut jangan biarkan semakin hancur karena tidak difungsikan. Kepala daerah harus mencari solusi, jangan biarkan aset negara hancur sebelum dimanfaatkan. Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, mendesak agar pemerintah pusat dan Pemprov Kepri menyelesaikan pembangunan pelabuhan kontainer Tanjungmoco. Ia heran, pelabuhan yang dibangun karena mendesak waktu itu, untuk meningkatkan perekonomian dan bongkar muat, justru di jadikan pajangan saja.

Tanjungpinang sebagai daerah perdagangan tapi belum ada pelabuhan kontainernya. Kalau ada barang yang mau dikirim mengunakan kontainer, atau barang yang mau masuk ke Tanjungpinang mengunakan kontainer, harus dibongkar dulu di Pelabuhan kontainer Kijang, Bintan.

”Saya juga heran, disuruh menyolok anggaran pusat untuk membangun di daerah. Sudah dikasih dana untuk membangun tapi tidak difungsikan, siapa yang salah,” kata Bobby Jayanto, kemarin.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here