Proyek Pelantar Pulau Pucung Tinggal Pengecoran

0
684
BANGUN PAGAR: Pekerja pelantar Pulau Pucung membangun pagar dan memasang kerang besi pelantar, kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Dinas Perhubungan Bintan telah memantau kegiatan pembangunan pelabuhan rakyat (pelantar) di Pulau Pucung, Desa Malang Rapat. Dari hasil evaluasi sementara, rehabilitasi dermaga bagi nelayan itu tinggal pengecoran badan jalan.

Kadishub Bintan Yandrisyah melalui Kabid Perhubungan Laut dan Udara Yefrizon menjelaskan, pembangunan pelantar Pulau Pucung yang ambruk beberapa bulan lalu itu, dibangun sepanjang 83 meter, dengan lebar 2,5 meter.

”Pelantar itu, yang harus direhab sepanjang 156 meter. Tapi yang kita bangun di tahun 2017 ini, sepanjang 83 meter. Sisanya sekitar 73 meter sedang diusulkan melalui APBD APBD 2018,” ujar Yefrizon, sebelum mengadakan dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Bintan, Senin (27/11) kemarin.

Yefrizon menjelaskan, pembangunan pelantar sepanjang 83 meter itu dilakukan dari arah laut ke pangkal (pinggir pantai). Pekerjaan yang sudah dilakukan itu antara lain pemasangan tiang, pemasangan pagar dan pembuatan kerangka besi badan jalan bagian pelantar itu.

”Saat ini, pekerjaan tinggal pengecoran saja. Jadwal kalender pengecoran itu, tanggal 30 November. Ini artinya, pekerjaan lebih cepat beberapa hari. Kondisi sekarang, rangka besi untuk badan jalan pelantar itu, sudah terpasang. Tinggal dicor saja. Kami perkiraan, pekerjaan sudah melebihi 75 persen,” sebut Yefrizon, didampingi Irwan Lapi Kasi Pengembangan Prasarana Laut dan Udara Dishub Bintan.

Di lain hal, Yefrizon mengatakan, kondisi pelantar di bagian pangkal sekitar 73 meter, saat ini bisa digunakan. Hanya saja, Dishub Bintan khawatir, bangunan itu bakal rusak, jika ada hempasan gelombang maupun badai.

”Kami berharap pelantar sepanjang 73 meter yang berada di bagian pangkal, direhab saja pada tahun anggaran 2018 nanti. Ini yang kami usulkan ke dewan,” tambah Yefrizon. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here