Proyek PLTS Mangkrak

0
835
MANGKRAK: Warga melihat proyek PLTS yang dibangun 2015 tapi belum dioperasikan. F-indra gunawan/tanjungpinang pos

Warga yang tinggal di Kecamatan Siantan mulai menyoroti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mangkrak sejak 2015.

ANAMBAS – Ketua Forum Pemantau Kebijakan Publik Korwil Kabupaten Kepulauan Anambas, Muslim mengatakan, perlu ada tindaklanjut atas pembangunan PLTS Rintis itu. Jika tidak dapat dirasakan masyarakat fungsinya sebaiknya proyek tersebut segera diselidiki.

”Pembangunan PLTS Rintis kembali ramai dibicarakan sekarang. Mulai di kedai kopi hingga media sosial. Jika memang proyek itu tidak difungsikan perlu dilakukan penyelesaian dan harus dapat dipertanggung jawabkan,” kata Muslim kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/11).

Muslim juga menambahkan apalagi pembangunan PLTS Rintis menelan anggaran yang lumayan besar tapi tidak ada dampak terhadap masyarakat sebaiknya diusut oleh aparat penegak hukum.

Pembangunan PLTS sudah dua tahun berlalu, namun sampai saat ini belum ada langkah yang ditempuh oleh pemerintah pusat (Kementerian ESDM, red) untuk mengoperasikan PLTS tersebut.

”Kita merasa miris saja anggaran belasan miliar tapi tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Kalau memang ada permasalahan sebaiknya dicarikan solusi. Dan kontraktor pelaksana juga diberikan sanksi yang tegas agar tidak terulang lagi masalah seperti ini kedepannya. Mudah-mudahan semua persoalan bisa diselesaikan dengan bijaksana,” katanya.

Sementara itu, mantan pegawai ESDM Pemkab Anambas yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, saat menjabat sudah pernah menyurati Kementerian ESDM jika pembangunan PLTS Rintis belum beroperasi.

Namun, pernah ada hal yang aneh ketika ada oknum yang mengatasnamakan perusahaan meminta surat yang menyatakan jika proyek pembangunan sudah selesai tapi tidak dilayaninya.

”Kita sudah pernah menyurati secara resmi jika proyek PLTS Rintis belum selesai. Tapi ini seingat saya ada oknum yang meminta surat kepada kami. Saat itu oknum itu meminta surat dari ESDM Kabupaten Kepulauan Anambas yang menyatakan proyek sudah selesai. Kami tidak mungkin berikan surat itu karena proyek itu merupakan proyek kementerian jadi kami tidak ada wewenang untuk mengeluarkan surat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Kepulauan Anambas yang dikerjakan PT Surya Energy Indotama yang terlihat banyak kejanggalan. Apalagi proyek itu dibangun sejak tahin 2015 namun sampai saat ini tidak bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Siantan. Pengerjaan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga belum diperoleh Surat Layak Operasi (SLO).

Dari informasi yang diperoleh di lapangan pembangunan PLTS Hybrid oleh Kementerian ESDM di Kabupaten Kepulauan Anambas berlokasi di Desa Impol, Desa Sunggak Kecamatan Jemaja dan Desa Mengkait Kecamatan Siantan. Namun ada keanehan yang diperoleh jika nilai kontrak Rp 12,9 miliar, jenis kontrak tahun tunggal pada 2015 lalu ternyata dimenangkan oleh PT Wijaya Karya Industri.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here