Proyek Tak Jalan, Kadis Rawan Diganti

0
448
Pegawai Pemprov Kepri bubar usai apel pagi.

Ketika Isu Reshuffle Kabinet Dompak Berhembus  

Lambat kerja, proyek pembangunan tidak jalan dan hanya menghabiskan belanja rutin, maka kepada dinasnya berpotensi diganti.

DOMPAK – Sementara Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ingin APBD cepat diserap. Pembangunan cepat direalisasikan agar Silpa tak bengkak dan APBD bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi.

Inilah salah satu keluhan yang disampaikan gubernur ke Ahars Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Bidang Pemerintahan. Sejak itu, berhembus informasi akan dilakukan perombakan kabinet kerja Nurdin.

”Itu salah satunya, selain yang bermasalah dengan hukum,” ujar Ahars via ponselnya, kemarin.

Gubernur, kata Ahars, ingin kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipilihnya bekerja cepat. Apalagi proyek pembangunan belum ada yang jalan.

”Dana rutin cepat dihabiskan. Tapi proyek belum jalan. Padahal sudah mau masuk Mei. Sementara tipikal kerja gubernur harus kerja cepat apalagi untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Kepala OPD juga diminta bisa menutupi kekosongan wakil gubernur dengan cara bekerja maksimal. Jangan sampai masyarakat menilai kekosongan wakil gubernur memperjamabat kinerja pemprov. Beban gubernur kian bertmabah lantaran ada anak buahnya yang bersamalah dengan hukum.

Dan gubernur pun harus ikut membantunya.
Gubernur ingin kepala OPD membantu kinerja gubernur. Bukan malah menambah kerjanya. Dikasi tugas, tapi lambat. Dikasi tugas untuk diselesaikan, malah menambah beban gubernur,” kata Ahar mengulang pembicaraannya dengan gubernur.

Soal siapa kadis yang akan diganti, Ahars mengatakan, itu sepenuhnya wewenang gubernur. Tentu yang bekerja adalah Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah selaku Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kemungkinan, ada kepala OPD yang diganti.

”Mungkin sebagian digeser saja sesuai bidangnya. Makanya nanti Baperjakat harus membentangkan jejak rekam kinerja kepada OPD ke gubernur,” bebernya lagi.

Ahars juga mengingatkan gubernur agar berhati-hati dan teliti jika melakukan perombakan kabinet. Perhatikan kemampuan masing-masing kepala OPD.

”Biar orang yang ditempatkan nanti benar-benar di tempat yang tepat. The right man on the right pace. Saya kira masih ada kesempatan bagi OPD untuk menunjukkan kinerjanya masing-masing,” katanya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun tidak menampik dirinya akan melakukan perombakan kabinet. Penyebabnya ada tiga yakni, kerja tidak maksimal, bermasalah dengan hukum serta rekomendasi KASN.

Nurdin Mendadak Panggil Kepala OPD
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, mendadak memanggil seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Kepri untuk menggelar rapat terbatas di aula Gedung Daerah, Tepilaut, Tanjungpinang Kamis (27/4) malam.

Dalam rapat yang digelar terbatas malam itu, Nurdin tampak didampingi Sekretaris Daerah provinsi (Sekdaprov) Kepri H TS Arif Fadillah serta jajaran pejabat setingkat asisten di lingkungan Pemprov Kepri.

Kepada Tanjungpinang Pos, Nurdin Basirun menyampaikan rapat terbatas dengan kabinetnya sampai tengah malam itu, khusus membahas masalah program dan target percepatan pembangunan yang diprioritaskannya. Seperti misalnya, sektor infrastruktur yang paling ditekankan, mau tidak mau suka tidak suka harus difokuskan. Terlebih yang menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Saya ingin kita mempercepat pembangunan di sejumlah sektor. Juga terus berupaya mendatangkan investor menanamkan modalnya di Kepri,” kata Nurdin Jumat kemarin.

Dalam rapat terbatas itu, Nurdin juga menindaklanjuti persiapan Musrenbang Nasional dengan sejumlah kementerian. Kepri sendiri mendapat jadwal pembahasan kegiatan Musrenbangnas pada 3-5 Mei.

Karena itu, kepada OPD yang akan melakukan pembahasan teknis dengan Kementerian/Lembaga, Nurdin berpesan untuk fokus. Usulan program kegiatan harus disertai data pendukung, seperti surat keterangan bebas lahan, data dan kajian teknis terinci (DED) dan lain-lain.

”Terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota se-Kepri,” pesan Nurdin.

Sementara, Sekdaprov Arif Fadillah menambahkan kegiatan-kegiatan di Kepri ini masih banyak yang harus direalisasikan. Pertemuan ini dilakukan agar semua tahu segala permasalahannya, sekaligus dicarikan solusinya.

”Kita kejar pembangunan infrastruktur dan kegiatan lainnya. Saya ingin semua kegiatan yang diajukan terealisasi dengan cepat dan tepat waktu,” ucap Arif.

Arif juga menekankan pentingnya terus berkoordinasi dengan kabupaten kota. Sehingga apa yang kurang di kabupaten kota bisa didorong percepatannya. (SUHARDI-TUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here