PS Bintan Mundur, Karena PSSI Tak Adil

0
338
Raja Ali Akbar

BINTAN – Raja Ali Akbar manajer PS Bintan tim Liga 3 yang masuk babak 16 besar putaran nasional musim 2017 lalu, menjadi perhatian sejumlah insan sepak bola Kepri, Selasa (14/8) sore lalu. Sore itu, Raja Ali Akbar menurunkan mayoritas pemain usia muda di ajang open turnamen sepak bola Jurnalis Cup II. Ia hanya menurunkan satu orang ekspemain PS Bintan.

Kepada Tanjungpinang Pos, Raja Ali Akbar sempat mengulas kembali tentang sikap PS Bintan di kompetisi Liga 3 Indonesia, serta mundurnya PS Bintan di ajang Piala Indonesia musim 2018 ini. Ternyata, ada alasan yang lebih spesifik.

Saat kompetisi musim 2017 lalu bergulir, PS Bintan menjuarai Liga 3 putaran Provinsi Kepri. Di babak play off nasional, PS Bintan lolos ke putaran 32 besar nasional. Pada putaran nasional ini, PS Bintan berhasil menembus ke babak 16 besar. Sementara, 757 Kepri Jaya FC tim Liga 2 asal Kepri di bawah asuhan pelatih Jaino Matos terdegradasi.

Januari 2018, PSSI pusat menggelar kongres. Diputuskan, PS Bintan selaku tim yang menembus babak 16 besar Liga 3 nasional, wajib ikut Piala Indonesia. Termasuk 757 Kepri Jaya FC yang terdegradasi dari Liga 2 Indonesia musim 2017, diharuskan ikut Piala Indonesia.

Namun, PS Bintan tetap menjadi peserta Liga 3 Indonesia musim 2018 ini, pada kasta putaran provinsi. Sedangkan 757 Kepri Jaya FC dan 37 klub yang terdegradasi dari Liga 2 lainnya, berada di kasta Liga 3 fase nasional.

”Saya ikut pada kongres PSSI itu. Saya dan manajer klub lain sempat ajukan protes. Makanya, ada wacana digelar Liga 4 untuk mengakomodir protes ini, tapi tak jadi,” kata Raja Ali Akbar.

Seharusnya, 16 klub Liga 3 yang masuk putaran nasional 2017, selevel atau sama dengan 38 klub yang terdegradasi dari Liga 2, untuk musim 2018 ini. Karena, PS Bintan naik setingkat, dan 757 Kepri Jaya turun setingkat.

”Makanya, musim 2018 ini, seharusnya PS Bintan dan 757 Kepri Jaya FC berada di kasta yang sama. Kan sama-sama diwajibkan ikut Piala Indonesia 2018. Tapi, putusan PSSI tidak adil,” ujarnya.

”Justru itu, PS Bintan mundur di Piala Indonesia musim 2018, dan biar lah tidak ikut di Liga 3 Indonesia, putaran Provinsi Kepri, yang diselenggarakan di Karimun, baru-baru ini,” tambah Raja Ali Akbar.

Meski demikian, Raja Ali Akbar memberikan selamat kepada PS Putra Kundur yang menjuarai Liga 3 putaran Provinsi Kepri, serta peningkatan prestasi dan penampilan tim 757 Kepri Jaya FC di Piala Indonesia, maupun di kompetisi putaran nasional babak pendahuluan Liga 3 Indonesia.

”Makanya, kami dari PS Bintan, untuk tahun 2018 ini, fokus kepada pembinaan pemain usia muda. Musim 2019 mendatang, PS Bintan bakal turun lagi di kompetisi Liga 3,” ungkapnya.

”Saya hanya berpesan agar Asprov PSSI Kepri jeli, dan memperjuangkan tim daerah yang tidak diberikan keadilan oleh PSSI pusat. Karena, untuk kompetisi sepak bola di Liga PSSI ini, tidak sedikit mengeluarkan uang,” demikian dipaparkan Raja Ali Akbar. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here