PSTS Bisa Pelopori Piala Kemenpora

0
980
LATIHAN: Pemain usia muda binaan di Sekolah Sepak Bola mengikuti latihan rutin, dan menunggu seleksi dari PSTS.F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Tanjungpinang – BEBERAPA pelatih sepak bola menyambut antusias keberadaan Persatuan Sepakbola Tanjungpinang dan Sekitarnya (PSTS), yang didaftarkan ke akta notaris.

PSTS diharapkan bisa menjadi klub yang mempelopori bangkitnya Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun akademi dan yayasan sepak bola, menuju Piala Kemenpora.

Seperti yang disampaikan pelatih SSB Bintan Muda Zulyaden Lubis, Jumat (17/3) kemarin. Ia menjelaskan, tahun lalu sudah diselenggarakan kompetisi berjenjang Piala Kemenpora RI. Tahun 2017 ini, kompetisi Piala Kemenpora RI kembali digelar, dimulai pertengahan April mendatang.

Baca Juga :  PSSI Lanjutkan Kompetisi Liga 1

Kompetisi Piala Kemenpora ini dilaksanakan mulai dari tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi. Kemudian, klub yang juara di tingkat provinisi akan berlaga ke tingkat nasional.

”Nah, peserta kompetisi Piala Kemenpora RI ini berasal dari SSB, akademi, yayasan sepak bola atau dari sekolah. Kompetisi ini merupakan kelompok U-14 dan U-16,” sebut Zulyaden Lubis, yang sudah membawa SSB Bintan Muda di kompetisi Piala Kemenpora tahun 2016 lalu.

Saat ini, Zulyaden Lubis menilai, kondisi Bintan dengan Tanjungpinang berbeda. Di Tanjungpinang, SSB atau yayasan maupun akademi sangat minim, dan bahkan tidak ada. Skuat U-14 dan U-16 lebih banyak di sekolah. Di Bintan, justru klub sangat minim berasal dari sekolah. Pembinaan usia dini lebih aktif melalui SSB, yang berjalan lebih maksimal dan secara rutin.

Baca Juga :  Nurdin Tak Kunjung Gelar Rapat Exco

”Dengan hadirnya PSTS Tanjungpinang, klub ini bisa menjadi pelopor atau motivator membangkitkan prestasi sepak bola melalui SSB,” ujar Zulyaden Lubis.

Artinya, semua klub yang ada di Tanjungpinang, akan termotivasi membina pemain dari usia dini. Setelah PSTS Tanjungpinang sudah melaksanakan program pembinaan usia dini nanti.

”Itu sama saja, PSTS bisa mempelopori prestasi pemain usia dini menuju Piala Kemenpora. Dan lebih bergengsi lagi, bisa mengantarkan prestasi pemain sampai ke level liga utama atau ISL. Tergantung kemampuan finasial dan kualitas pemain,” demikian Zulyaden Lubis.(Yusfreyendi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here