PSTS Jadi Gairah Baru bagi SSB

0
633
SEPAK BOLA: Mantan Ketua PSSI Kepri Endy Maulidi menjelaskan tentang perkembangan sepak bola di Kepri, baru-baru ini. F-Adly/tanjungpinang pos

Tim Formatur Koordinasi dengan Asprov

Tanjungpinang – PERSATUAN Sepakbola Tanjungpinang dan Sekitarnya (PSTS) menjadi gairah baru bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub-klub, di Tanjungpinang dan sekitarnya.

PSTS maupun PS Kota Tanjungpinang bisa menjadi jembatan pemain muda, untuk menanjak ke jenjang profesional.

Harapan PSTS, PS Kota Tanjungpinang menjadi pemain sepak bola profesional dengan keberadaan 757 Kepri Jaya FC itu, disampaikan sejumlah insan pecinta sepak bola, dalam dialog interaktif, Rabu (22/2) pagi kemarin.

Dalam dialog interaktif stasiun radio itu hadir mantan Ketua PSSI Kepri Endy Maulidi, Haris pelatih SSB Bintan Muda dan Abbas dari Tanjungpinang Pos.

Usai dialog interaktif, Endy Maulidi menyampaikan, saat ini hampir seluruh warga Kepri sudah mengetahui keberadaan klub 757 Kepri Jaya FC, PSTS Tanjungpinang dan PS Kota Tanjungpinang serta PS Bintan. Artinya, semangat sepak bola di Kepri sudah bangkit kembali.

”Semua audien merespon positif, dengan keberadaan klub-klub profesional itu. PSTS menjadi gairah baru bagi SSB yang ada sekarang,” kata Endy Maulidi.

Untuk menyalurkan pemain berprestasi, lanjut Endy Maulidi, setiap SSB dan klub yang belum terdaftar sebagai peserta liga di PSSI, punya peluang menyalurkan pemainnya.

Namun, setelah pemain disalurkan ke klub yang masuk liga di PSSI, harus mengikuti keterikatan administrasi pemain. Baik kontrak maupun keterangan transfer pemain.

”Tidak kalah pentingnya, pemerintah kota maupun kabupaten harus menyediakan sarana dan prasarana. Baik stadion, maupun dukungan terhadap klub yang ingin berlaga di liga nusantara,” sarannya.

Harapan membangkitkan prestasi sepak bola di Kepri, juga menjadi keinginan besar bagi Haris, pelatih SSB Bintan Muda. Haris mengatakan, saat ini tidak banyak SSB yang aktif melakukan pembinaan. Dengan keberadaan klub di liga 3 maupun di liga 2, ini menjadi motivasi.

”Caranya, ya kami minta agar dibuat kompetisi SSB maupun klub, yang rutin dan kontinyu. Terutama kompetisi tingkat umur. Program ini harus didukung oleh pemerintah dan pengurus PSSI, dan KONI,” kata Haris.

Abbas dari Tanjungpinang Pos mengatakan, prestasi sepak bola tidak lepas dari dukungan sarana dan prasarana.

”Tanpa sarana dan prasarana, prestasi sulit dicapai,” kata Abbas.

Junaidi tim formatur PSTS mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Asprov PSSI Kepri, untuk menyusun kepengurusan PSTS Tanjungpinag. Kemudian, susunan itu akan difinalkan kembali dengan Ketum terpilih TJA.(Yusfreyendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here