PSTS Kalahkan Tim Unggulan Bintan

0
392
PANTAU PEMAIN: Pelatih Junaidi dan pembina PSTS Rida K Liamsi memantau kondisi pemain PSTS Tanjungpinang, di sela istirahat, saat menjalani laga perdana Wali Kota Cup 2017, di lapangan Hang Lekir, Batu Sembilan, Sabtu (7/10) lalu. F-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – TIM PSTS Tanjungpinang nyaris kalah saat menghadapi tim unggulan dari Kabupaten Bintan, pada laga perdana Wali Kota Cup 2017, di lapangan Hang Lekir, Batu Sembilan, Tanjungpinang, Sabtu (7/10) sore lalu. Menghadapi Porges FC bermaterikan pemain Liga 3 PS Bintan, tim PSTS Tanjungpinang menang lewat drama adu penalti.

Disaksikan pembina Rida K Liamsi dan ratusan suporter, PSTS Tanjungpinang menurunkan pemain kombinasi senior dan U-23 Liga 3 Kepri. Di bawah mistar, pelatih PSTS Junaidi mempercayakan kepada Susanto. Sedangkan di lini belakang, Armanja berduet dengan Bagus, Indra Buya dan Rajid. Sedangkan di lini tengah, Kukuh dan Fardo serta Yatna menjadi kekuatan untuk menguasai bola. Rambe dan Yance menjadi daya dobrak untuk menggetarkan gawang lawan.

Di tim lawan, Porges FC, menurunkan mayoritas pemain Liga 3 PS Bintan. Di lini depan, Dedi Busung dan Mahadir menjadi bomber untuk mengobrak-abrik pertahan PSTS Tanjungpinang. Sedangkan di lini tengah, gelandang PS Bintan Adji dan Oki sebagai duet yang mematikan, bersama Liswara. Di lini belakang dikawal Amzar dan pemain andalan Bintan lainnya.

Sejak babak pertama, pemain Forges FC asuhan Sugito ini sudah mengancam gawang PSTS. Namun, serangan Dedi Busung selalu kandas, ketika berhadapan dengan Armanja, pemain bawah PSTS. Sehingga, gawang PSTS yang dikawal Susanto tetap aman.

Menjelang babak pertama berakhir, PSTS mendapat peluang mencetak gol. Namun, terjadi mis komunikasi antara Yance sang kapten PSTS dengan pemain gelandang PSTS lainnya. Sehingga, bola yang berjarak 3 meter di depan gawang, gagal dieksekusi. Skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Adji dan Oki pemain Liga 3 PS Bintan kembali menguasai bola di lini tengah. Namun, PSTS Tanjungpinang dengan menerapkan umpan panjang (long passing), beberapa kali mendapat peluang mencetak gol. Di menit ke-43, Rambe striker PSTS dari sayap kanan berhasil melewati dua pemain Porges FC, yang berada di dalam kotak penalti.

Setelah lepas dari kawalan dua pemain bawah itu, Rambe ingin melepaskan tendangan keras di depan kiper. Dari belakang, pemain Porges FC menekel kaki Rambe, sehingga terjatuh dan gagal melepaskan tendangan. Tapi, kejadian di dalam kotak penalti itu dinilai bukan satu pelanggaran oleh wasit yang dipimpin Nasir.

Beberapa menit berselang, Bagus pemain bawah PSTS Tanjungpinang memberikan umpan ke depan gawang. Yance yang melepaskan diri dari kawalan pemain bawah Porges FC, berusaha menyundul. Tapi, upaya memanfaatkan peluang gol itu, dihadang satu pemain bawah Porges FC, dengan mengangkat kaki. Yance tergeletak di depan kiper dan mengalami pendarahan di bagian kepala. Pertandingan tetap berjalan, karena wasit menilai bukan pelanggaran. Skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Laga pun diakhiri lewat drama adu penalti. Di babak adu ketangkasan lewat titik putih, PSTS Tanjungpinang sempat tertinggal, setelah Yance dan Bagus gagal menjadi algojo. Namun, Susanto berhasil menghadang dua tendangan pemain Porges hingga penendang kelima. Sementara, skor masih 3-3. Drama penalti pun tetap dilanjutkan.

Saat memasuki penendang kesembilan, Susanto kiper PSTS berhasil memblok tendangan pemain Porges FC. Penendang kesembilan PSTS, Indra Buya berhasil menceploskan bola ke gawang Porges FC, dan mengantarkan PSTS melaju ke babak berikutnya.

”Alhamdulillah, PSTS bisa melaju ke babak selanjutnya,” kata Teddy Jun Askara (TJA), Ketua Umum PSTS Tanjungpinang.

Di laga partai kedua, tim KCL FC harus pasrah setelah dikalahkan tim Langbuana FC, dengan skor 0-2. Di pertandingan berikutnya, Langbuana FC akan menantang PSTS Tanjungpinang, Jumat (13/10) ini.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here