PSTS Lagi Bidik Pembinaan Usia Dini

0
476
ARAHAN: Junaidi (berdiri) bersama pemain. Foto bawah, PSTS vs Bintan. f-abas/tanjungpinang pos

Perkumpulan Sepakbola Tanjungpinang dan Sekitarnya (PSTS) akan berupaya membangun pembinaan sepakbola di usia muda.

TANJUNGPINANG – PSTS yang baru didirikan dan sudah berbadan hukum itu, juga berencana membuat Sekolah Sepak Bola (SSB). ”Ini rencana PSTS ke depannya. Ingin membuka sekolah sepak bola ini untuk menciptakan bibit-bibit baru usia dini yang akan didorong ke level nasional,” kata Junaidi, Ketua Harian PSTS Kota Tanjungpinang, kemarin.

Pelatih PSTS ini, juga berharap lahir pemain unggul dari SSB ini, bisa menjadi lumbung atlet prestasi di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang ke depanya. Tapi, rencana dibuat sekolah SSB, akan diusulkan ke manajemen dan pembinaan PSTS. ”Saya berharap dari akademi ini melahirkan pemain memiliki keterampilan yang baik, dan bisa bermain untuk PSTS maupun untuk tim nasional di masa mendatang,’’ ujarnya.

Kata dia, setelah event Liga III Indoensia Wilayah Kepri berakhir, saat ini pemain PSTS diistirahatkan sementara waktu. Dan, dalam waktu dekat ini, ia akan melaporkan hasil pertandingan di Liga III, kepada manajemen dan pembina PSTS. ”Kita akan konsultasi dulu dengan manajemen PSTS termasuk ketua umum dan pembinan PSTS kita,” tegasnya.

Kata dia, dalam waktu dekat, ada event Wali Kota Cup di Tanjungpinang. Belum dipastikan, apakah PSTS juga turun di event itu atau tidak. Karena, saat ini Ketua Umum PSTS Teddy Jun Askara, masih menunaikan ibadah Haji. ”Bentar lagi akan ada event Walikota Cup. Tapi, kita akan laporkan dulu ke manajemen dan pembinan PSTS. Apakah kita tetap ikut atau tidak,” bebernya.

Meskipun, PSTS kalah dengan PS Bintan di laga final Liga III Indonesia Wilayah Kepri, paling tidak persepakbolaan Tanjungpinang bangkit kembali, dengan adanya klub PSTS. Ia yakin, PSTS ke depan akan besar dan sebagai pelopor perkembangan sepak bola di Tanjungpinang. ”Kekalahan kita lawan Bintan, karena di awal babak kedua, kita sudah kehilangan satu pemain. Pemain kita diusir wasit karena dua kali akumulasi kartu kuning,” tegasnya. Kata dia, itulah sepak bolah, meskipun skil pemain PSTS di atas rata-rata PS Bintan, tapi dewi fortuna, belum berpihak ke PSTS. ”Pemain kita tetap semangat,” tegasnya.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here