PSTS Lega, Tapi Benahi Stadion

0
448
PECINTA sepak bola duduk di tenda kayu, saat menyaksikan pertandingan sepak bola di pinggir lapangan Hang Lekir, Batu Sembilan, belum lama ini. Lapangan sepak bola yang tak layak ini dijadikan venue alternatif pada Porprov ke-IV Kepri, di Tanjungpinang, Oktober 2018 mendatang. f-yendi/tanjungpinang pos

Porprov Jangan Samakan dengan Tarkam

TANJUNGPINANG – PENGURUS klub sepak bola PSTS Tanjungpinang merasa lega, sepak bola masuk dalam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV Kepri, Oktober 2018 mendatang. Hanya saja, penyelenggaraan sepak bola jangan seperti pertandingan antarkampung (tarkam).

”Kami lega, akhirnya sepak bola dipertandingkan juga. Awalnya kami ragu, kalau sepak bola tidak masuk pada Porprov Kepri, yang diselenggarakan di Tanjungpinang. Karena, sampai saat ini stadion Sulaiman Abdullah tak pernah direhab,” ujar Junaidi, Ketua Harian Persatuan Sepakbola Tanjungpinang Sekitarnya (PSTS), Kamis (8/2) kemarin.

Junaidi menjelaskan, stadion Sulaiman Abdullah di Tanjungpinang, kondisinya sangat memprihatinkan. Selama tahun 2017, ada beberapa kali open turnamen yang dilaksanakan di stadion ini. Cukup banyak pertandingan berlangsung di lapangan berlumpur, saat hujan. Tak jarang, lapangan dan tribun stadion Sulaiman Abdullah dilanda banjir.

Jangankan pecinta sepak bola, semua klub maupun pemain, para ejabat Pemprov Kepri dan kepala daerah kabupaten/kota lainnya juga tahu, kalau kondisi stadion Sulaiman Abdullah Tanjungpinang ini parah. Wali Kota Tanjungpinang juga pernah melihat kondisi parah stadion ini, saat membuka turnamen.

”Nah, kami jadi kaget, saat Dispora Kepri dan Dispora meninjau venue stadion Sulaiman Abdullah, Rabu (7/2) kemarin. Kalau hujan, terus stadion Sulaiman Abdullah Banjir, pertandingan akan dipindahkan ke lapangan Hang Lekir di Batu Sembilan, sebagai venue alternatif,” terangnya.

”Jangankan kami dari klub sepak bola. Mantan Wali Kota Tanjungpinang saja menyatakan, lapangan Hang Lekir itu tak layak buat pertandingan, dan mau bangun stadion. Pertandingan yang dihadapi sekarang ini adalah Porprov, level dan gengsinya setingkat di bawah PON. Jangan samakan dengan tarkam,” sambung Junaidi.

Lapangan Hang Lekir di Batu Sembilan, ukuran kecil. Jarak garis lapangan dengan pagar, tidak sampai 3 meter. Lapangan ini tidak memiliki tribun, dan ruang ganti pemain. Sangat ironis jika panitia dan pemain duduk di bawah tenda, dengan jarak 1 meter dari garis lapangan.

”Kami sarankan, benahi saja lapangan stadion Sulaiman Abdullah, bikin drainase, tanam rumput dan ratakan lapangan itu. Kalau tak sanggup jadi tuan rumah Porprov, pinjam stadion di Bintan. Karena, di provinsi manapun, cabor sepak bola itu menjadi branding Porprov. Di ajang PON pun demikian,” jelas Junaidi.

”Sedih rasanya untuk ajang Porprov, tidak dipersiapkan secara matang. Kemana saja anggaran itu dialokasikan, perhatikan juga sarana olahraga daerah ini,” demikian dipaparkan Junaidi.

Sebelumnya, Plt Askot PSSI Tanjungpinang RME Mansyur Razak juga mengeluh dengan persiapan Porprov, khususnya sarana dan prasarana cabor sepak bola.

”Kalau saya nilai, persiapan Porprov di tahun 2018 ini semrawut. Seharusnya, di ajang Porprov ini, kita kejar sukses kualitas prestasi dan penyelenggaraan. Kalau venue tak memadai, bagaimana mau dapatkan kualitas prestasi itu,” tutur Mansyur Razak, baru-baru ini. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here