PSTS Punya Waktu Panjang

0
540
DISKUSI LIGA: Ketua Harian PSTS Tanjungpinang dan Kabid Olahraga Dispora Kepri Jasman berdiskusi dengan insan pecinta sepak bola lain, tentang penyelenggaraan Liga Kepri, di Batam, Sabtu (9/9) malam lalu. f-susantO/tanjungpinang pos

Liga Kepri Digelar 2018

TANJUNGPINANG – KLUB PSTS Tanjungpinang masih memiliki waktu yang cukup panjang, untuk menghadapi Liga Kepri. Karena, Liga 1 dan Liga 2 Kepri itu bakal dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. ”Liga Kepri itu masih dalam pembahasan Dispora Kepri. Rencananya, penyelenggaraan Liga Kepri itu, sekitar Juni tahun 2018 mendatang. PSTS masih punya waktu panjang, untuk menyiapkan pemain,” kata Junaidi, Ketua Harian PSTS Tanjungpinang, usai mengikuti pertemuan Dispora Kepri, kemarin.

Dalam pertemuan Dispora Kepri di Hotel M One Batam, masih membahas persiapan menuju pelaksanaan kompetisi Liga 1 Kepri dan Liga 2 Kepri di tingkat kabupaten/kotase-Kepri. Pertemuan dihadiri sejumlah insan pecinta sepak bola dan pengurus klub.

Usai pertemuan, Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri Jasman menyampaikan, ada beberapa opsi tentang pelaksanaan, sistem kompetisi, regulasi batas usia, dan jumlah pemain dari luar daerah. Mengenai penyelenggaraan kompetisi, Jasman mengatakan, kompetisi antarklub ini diawali dengan Liga 2 Kepri, yang dilaksanakan di kabupaten/kota.

Peserta Liga 2 Kepri di setiap kabupaten/kota, minimal delapan tim dan menggunakan sistem setengah kompetisi atau seluruh tim bertemu (full kompetisi). ”Dari hasil kompetisi tersebut akan diambil dua tim terbaik untuk mewakili kabupaten/kota di tingkat Liga 1 Kepri. Sehingga, ada 14 klub yang berlaga di Liga 1 Kepri nanti,” sebut Jasman, Sabtu (9/9) malam lalu.

Sedangkan waktu penyelenggaraan, Jasman mengungkapkan, Liga 2 Kepri dan Liga 1 Kepri dilaksanakan pada tahun 2018. Ada opsi lain, Liga 2 Kepri dilaksanakan pada tahun 2018, sedangkan lanjutnya di Liga 1 Kepri dilaksanakan pada tahun 2019.

Jika Liga 1 Kepri dilaksanakan pada tahun 2018, maka sistem pertandingan dilaksanakan dengan sistem home turnamen, atau ada daerah yang menjadi tuan rumah, yang dibagi menjadi tiga daerah. Jika waktu penyelenggaraan Liga 1 Kepri dilaksanakan pada tahun 2019, maka akan menggunakan sistem home-away. Tetapi, tetap dibagi menjadi tiga daerah, sebagai tempat pelaksanaan sebelum ke babak final.

Di lain hal, Jasman menjelaskan, untuk regulasi usia pemain belum ditetapkan batasannya. Mengenai rekrutmen pemain luar Kepri, idealnya maksimal sebanyak tujuh orang. Namun, hal ini belum ditetapkan. ”Opsi-opsi dari hasil pertemuan ini, akan kita sampaikan kepada Pak Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Karena, ini berkaitan dengan program Pemprov Kepri, yang memerlukan anggaran. Kita juga berharap ada dukungan dari kabupaten/kota,” tambahnya.

Liga Kepri ini dilaksanakan, dengan tujuan membangkitkan gairah dan prestasi sepak bola di Kepri. Sekaligus menata serta menjalankan kompetisi sepak bola yang berjenjang di setiap usia. Dengan demikian, jam pemain sepak bola Kepri dan masing-masing klub akan lebih tinggi. ”Sehingga lahir atlet sepak bola Kepri yang andal dan profesional,” jelas Jasman.(yendi-SUSANTO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here